Pemkab Kediri Matangkan Bandara Dhoho untuk Keberangkatan Haji 2027

Reporter : Rini
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa bersama Menteri Haji Umrah Gus Irfan

JATIMPEDIA, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri terus mematangkan persiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri untuk mendukung rencana keberangkatan jemaah haji pada 2027. Sejumlah kebutuhan infrastruktur dan fasilitas pelayanan jemaah mulai disiapkan melalui koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan kesiapan Bandara Dhoho menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Bandara tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu titik keberangkatan jemaah haji dari Jawa Timur.

Baca juga: Pemkab Kediri dan Polres Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung

Menurut Dewi, persiapan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas di dalam bandara. Pemkab Kediri juga terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan berbagai persyaratan penyelenggaraan keberangkatan haji dapat dipenuhi.

“Kami berharap Bandara Dhoho dapat memberangkatkan jemaah haji pada 2027. Karena itu, persiapan kebutuhan jemaah terus kami lakukan agar ketika digunakan nanti seluruh pelayanan yang diperlukan sudah tersedia,” ujar Dewi, Minggu (27/9/2026).

Pemkab Kediri juga membuka peluang agar layanan keberangkatan melalui Bandara Dhoho nantinya dapat menjangkau jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Diperkirakan terdapat sekitar 17 hingga 27 kabupaten/kota yang berpotensi menjadi wilayah asal jemaah yang diberangkatkan melalui Bandara Dhoho. Namun, cakupan tersebut masih menyesuaikan dengan hasil koordinasi dan kebijakan pemerintah pusat.

Dewi mengatakan komunikasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terus dilakukan untuk menyelaraskan kebutuhan pelayanan jemaah dengan kesiapan bandara.

Baca juga: Kelancaran Giling PG Ngadiredjo Kediri Beri Kepastian Penyerapan Tebu Petani

Persiapan Jemaah Juga Jadi Perhatian
Selain menyiapkan infrastruktur keberangkatan, pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan jemaah sebelum memasuki rangkaian ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pembekalan melalui manasik menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah. Melalui manasik, jemaah diberikan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah agar mampu menjalankan rangkaian haji secara mandiri.

Materi pembekalan meliputi pemahaman mengenai rukun, wajib, hingga sunnah haji. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu jemaah memahami tahapan ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Selain persiapan teknis, pemerintah juga memperhatikan persoalan pembiayaan. Pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI terus membahas upaya menjaga Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) agar tidak mengalami kenaikan yang terlalu besar.

Baca juga: Penyerapan Tebu Petani oleh PG Meritjan Tahun Ini Naik Jadi 2,5 Kuintal Ton

“Untuk biaya haji, pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI berusaha menjaga agar Bipih tidak mengalami peningkatan yang terlalu drastis,” kata Irfan.

Menurut Irfan, kondisi global dapat memengaruhi sejumlah komponen biaya dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, pemerintah berupaya melakukan pengendalian agar biaya yang harus ditanggung jemaah tetap terjaga.

Pemkab Kediri berharap seluruh persiapan Bandara Dhoho dapat berjalan sesuai kebutuhan penyelenggaraan haji. Jika rencana keberangkatan pada 2027 terealisasi, Bandara Dhoho berpotensi menjadi salah satu akses keberangkatan jemaah dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru