KM Trisila Bhakti 3 Tambah Kekuatan Armada Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Reporter : Satriyo
Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisila Bhakti 3 berkapasitas 2.400 Gross Tonnage (GRT)

JATIMPEDIA, Banyuwangi  -Lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kini mendapat tambahan armada baru. Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisila Bhakti 3 berkapasitas 2.400 Gross Tonnage (GRT) mulai dioperasikan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurangi antrean di jalur penyeberangan Jawa-Bali.

Kapal baru tersebut didatangkan dari China oleh PT Trisila Laut, unit usaha di bawah Yayasan Bumyamca milik TNI AL. Nilai pengadaan kapal mencapai Rp63,5 miliar.

Baca juga: ASDP Ungkap Strategi Urai Antrean Ketapang-Gilimanuk, Keselamatan Jadi Prioritas

Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setiawarsono, mengatakan pengadaan kapal dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap rencana regulasi standar kapal penyeberangan sekaligus memenuhi kebutuhan operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

"Kapal kami sebelumnya berukuran 400 ton dan 600 ton. Dengan adanya rencana regulasi baru yang mengharuskan kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk di atas 1.500 ton, kami langsung melakukan pengadaan kapal baru berkapasitas 2.400 GRT ini dari China," kata Retarto di Banyuwangi, Jumat (25/9/2026).

KMP Trisila Bhakti 3 merupakan kapal baru atau brand new yang menempuh perjalanan laut selama 10 hari dari China sebelum tiba di Indonesia pada 3 Mei 2026. Kapal tersebut menjadi sister ship dari KMP Trisila Bhakti 1 dan KMP Trisila Bhakti 2 yang sebelumnya telah beroperasi.

Menurut Retarto, kehadiran kapal berukuran besar diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan, terutama pada masa liburan, peak season, maupun ketika terjadi gangguan teknis dalam layanan penyeberangan.

"Pengadaan kapal besar ini salah satunya untuk menyiasati kemacetan di Ketapang. Pada saat peak season, apalagi saat ada perbaikan dermaga dan kegiatan protokoler Presiden, sempat terjadi kemacetan luar biasa. Dari pihak ASDP maupun KSOP menghendaki adanya kapal-kapal yang lebih besar untuk membantu mengurai kemacetan," ujarnya.

Baca juga: Pengamat : Kemacetan Ketapang Ganggu Distribusi Barang Jawa ke Bali

KMP Trisila Bhakti 3 memiliki kapasitas hingga 65 kendaraan kecil. Namun, karena masih dalam tahap awal pengoperasian, muatan kendaraan besar masih dibatasi.

"Berhubung ini kapal baru, untuk kendaraan besar seperti truk tronton sementara kami batasi lima unit, bus tiga unit, dan selebihnya kendaraan sedang. Ke depan, kami berencana menambah lagi kapal tipe sejenis dengan kapasitas di atas 2.400 GRT," kata Retarto.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto Heriawan, menyambut positif penambahan armada tersebut. Ia menilai keberadaan kapal berkapasitas besar dibutuhkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di lintasan Jawa-Bali.

"Ini sangat positif, kapal baru yang masuk tentu membantu kelancaran arus antrean. Kapal-kapal di atas 1.500 hingga 2.000 GRT memang yang sangat kita butuhkan, sehingga proses bongkar muat kendaraan bisa lebih cepat," ujar Syahrianto.

Baca juga: Hadapi Nataru, ASDP Percepat Perbaikan Dermaga Ketapang-Gilimanuk

Ia menambahkan, ASDP bersama Kementerian Perhubungan serta asosiasi penyeberangan, Gapasdap dan INFA, terus mematangkan pola operasi armada sekaligus meningkatkan kapasitas fasilitas dermaga secara bertahap.

"Secara bertahap tiap tahun, dermaga akan ditingkatkan daya tampungnya hingga 50 ton agar bisa mengakomodasi kapal-kapal di atas 2.000 GRT. Dengan begitu, saat kondisi abnormal atau situasi macet ekstrem, kendaraan-kendaraan besar bisa dialihkan dan ditampung dengan cepat," jelasnya.

Dengan masuknya KMP Trisila Bhakti 3, total armada yang dapat dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk kini mencapai 57 kapal. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 hingga 30 kapal dioperasikan setiap hari.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru