ITS dan Kementerian UMKM Dorong Wirausaha Jawa Timur Naik Kelas

Reporter : indri fitria
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD

JATIMPEDIA, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian UMKM menyelenggarakan Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha di Jawa Timur.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan, Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, potensi tersebut didukung jutaan unit usaha dan koperasi yang menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Baca juga: Angkutan Barang KAI Daop 8 Surabaya Tumbuh 7,13 Persen Hingga Agustus 2026

ITS, kata Bambang, mengambil peran dalam memperkuat kapasitas teknologi, inovasi, produktivitas, dan daya saing pelaku usaha daerah. Sejumlah program kolaborasi bersama pemerintah telah dijalankan, di antaranya One Pesantren One Product (OPOP), penyediaan desain kemasan gratis, serta pembekalan keterampilan wirausaha bagi ribuan pelajar.

“Beberapa di antaranya One Pesantren One Product (OPOP), penyediaan desain kemasan gratis, hingga pembekalan ribuan pelajar dengan keterampilan wirausaha,” ujar Bambang.

Melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST), ITS juga membina puluhan startup setiap tahun. Bambang menegaskan komitmen ITS untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kelas UMKM sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi.

“Dukungan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri diharapkan terus bersinergi menyediakan ‘kolam’ pasar luas bagi wirausahawan baru,” ujarnya.

Baca juga: Aplikasi TS Park Jadi Upaya Pemkot Surabaya Genjot Pendapatan

Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 diisi lokakarya, pameran produk inovasi, serta sesi pitching bisnis. Dua startup mahasiswa ITS binaan Inkubator Layanan Bisnis Inovatif (ILBI), yakni Vityuu dan IncludeVision, turut mempresentasikan produk dan model bisnisnya.

Vityuu yang dikembangkan Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum dari Departemen Manajemen Bisnis ITS menawarkan produk herbal berbentuk sweet block spray. Produk berbahan Gymnema sylvestre tersebut dikembangkan sebagai solusi untuk membantu pengguna mengurangi konsumsi gula.

Sementara itu, IncludeVision yang dikembangkan Singgih Ardiansyah dan Raul Ilma Rajasa dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) menawarkan solusi berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk kebutuhan industri.

Baca juga: Load Factor Batik Air Surabaya-Kuala Lumpur Capai 100 Persen

Platform tersebut dapat mengonversi rekaman CCTV menjadi data untuk membantu pengelolaan fasilitas dan meningkatkan efisiensi operasional. Solusi IncludeVision diklaim dapat menghemat biaya operasional hingga 60 persen.

Selain pameran dan pitching, kegiatan tersebut menyediakan empat kluster layanan utama, yakni pembiayaan, perizinan usaha, akses pasar digital, dan inkubator. Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat transformasi tenant menjadi wirausaha mandiri.

Kolaborasi ITS dan Kementerian UMKM tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama terkait pengentasan kemiskinan, tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan kesembilan mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru