JATIMPEDIA, Jember - Ratusan pedagang dan mahasiswa mendatangi Pendapa Wahyawibawagraha untuk menyampaikan persoalan kemacetan, penataan pedagang, aktivitas perdagangan, hingga dugaan pungutan liar.
Salah satu persoalan utama adalah kepadatan lalu lintas di Jalan Samanhudi. Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan, pemerintah akan membahas rekayasa lalu lintas bersama Satlantas, akademisi, dan camat dalam forum lalu lintas pada Rabu (23/9/2026).
Baca juga: Jember Bidik Hilirisasi Kopi, PDP Kahyangan Didorong Naik Kelas
Setelah skema ditentukan, pemerintah akan melakukan sosialisasi selama dua hari. Uji coba perubahan arus paling cepat dilakukan Senin (28/9/2026), khusus di Jalan Samanhudi. Dishub juga akan menyiapkan rambu dan fasilitas pendukung, kemudian mengevaluasi hasil uji coba selama sekitar satu pekan.
“Yang sementara fokus di Samanhudi saja. Saya takutnya nanti kalau lalu lintas ini berimbasnya ke mana-mana,” jelas Gatot.
Selain lalu lintas, pemerintah akan menertibkan jam operasional pedagang di luar bangunan pasar. Pedagang seharusnya beraktivitas sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 WIB, tetapi masih ditemukan aktivitas hingga pukul 08.00 atau 09.00 WIB.
Kepala Diskopumdag Jember Sartini mengatakan penertiban akan diawali dengan sosialisasi kepada pedagang pikap. Pemkab juga menyiapkan alternatif lokasi, antara lain lantai dua sisi selatan yang mampu menampung sekitar 69 pedagang, lantai dua sisi utara sekitar 30 pedagang, serta area sekitar 400 meter persegi di Pasar Gebang.
Baca juga: Kawal Pemerataan Pupuk Subsidi, HKTI Jember Siapkan Sekolah Lapang Petani Muda
Jumlah pedagang di dua ruas jalan yang menjadi titik aktivitas perdagangan mencapai sekitar 147 orang di Jalan Samanhudi dan 221 orang di Jalan Untung Suropati.
Untuk kendaraan pengangkut barang, pemerintah masih memperbolehkan bongkar muat sementara di Jalan Samanhudi. Kendaraan harus segera meninggalkan lokasi setelah barang diturunkan.
Polemik ini sebelumnya memicu aksi unjuk rasa pada 15 September 2026. Sehari kemudian, Bupati Muhammad Fawait turun ke Pasar Tanjung untuk mendengarkan keluhan pedagang. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui dialog pada 22 September.
Baca juga: Pemkab Jember Anggarkan Rp187 Miliar untuk Rehabilitasi 258 Sekolah
Terkait dugaan pungutan liar, Gatot menegaskan tidak ada petugas Dishub yang berjaga pada malam hari di Jalan Samanhudi. Sartini juga menyatakan pihak yang diduga melakukan pungutan bukan personel Diskopumdag.
Pemerintah kini memasuki tahap uji coba penataan, dengan rekayasa lalu lintas menjadi langkah awal. Hasil evaluasi selama sepekan akan menjadi bahan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
Editor : Rofiq