JATIMPEDIA, Jember - Syngenta Indonesia resmi meluncurkan SIMODIS®, insektisida berbasis teknologi PLINAZOLIN®, untuk membantu petani mengendalikan serangan hama thrips pada tanaman cabai.
Peluncuran perdana produk tersebut berlangsung di Kabupaten Jember, salah satu sentra produksi cabai. Kegiatan ini diikuti 285 petani dari Jember dan Banyuwangi.
Baca juga: Indonesia Diwakili Jember Marching Band Tampil di Asian Music Games 2026
Peluncuran SIMODIS® menjadi bagian dari komitmen Syngenta Indonesia menghadirkan teknologi perlindungan tanaman yang sesuai dengan tantangan petani. Salah satunya ancaman cuaca ekstrem, termasuk fenomena El Niño yang dapat memicu peningkatan populasi hama.
National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, mengatakan petani saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kekeringan, fluktuasi harga hingga serangan hama. Dari berbagai persoalan tersebut, pengendalian hama dinilai menjadi salah satu aspek yang dapat ditangani secara langsung melalui penerapan teknologi yang tepat.
“SIMODIS® hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan tiga keunggulan utama: Jago, Unggul, dan Sempurna,” kata Fauzi.
Menurut Syngenta, pengendalian thrips secara optimal dapat membantu mengurangi kerusakan daun, mencegah kerontokan bunga, serta menekan risiko buah cabai mengalami bentuk tidak normal. Sejumlah petani yang telah menggunakan produk tersebut juga menyampaikan adanya peningkatan kualitas hasil panen.
Baca juga: Pemkab Jember Distribusikan Air Bersih ke 8 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Petani cabai asal Cianjur, Jayan, serta petani Jember, Arif Saifur Rohman, turut membagikan pengalaman penggunaan SIMODIS®. Arif mengatakan kualitas hasil panennya meningkat sehingga berpotensi memberikan nilai jual lebih baik.
Meski demikian, Syngenta menekankan penggunaan insektisida harus dilakukan secara bertanggung jawab untuk mencegah munculnya resistensi hama.
Product Manager Syngenta Indonesia, Tracy Tey Hui Xiang, mengingatkan petani untuk mengikuti aturan penggunaan pada label serta menerapkan rotasi berdasarkan cara kerja atau mode of action bahan aktif.
Baca juga: Mulai 1 September, Surat Kontrol JKN Beralih ke Sistem Elektronik
Untuk tanaman cabai, SIMODIS® direkomendasikan digunakan pada usia 28, 35, dan 42 hari setelah tanam (HST), dengan dosis 600 ml per hektare atau konsentrasi 1,2 ml per liter dan volume semprot 500 liter per hektare.
Peluncuran di Jember menjadi awal rangkaian Grand Launching SIMODIS® yang akan digelar di lima lokasi di Indonesia. Kegiatan tersebut juga diisi kompetisi “Si Modis Fashion Show” dengan tema tanaman cabai sehat sebagai simbol pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Melalui peluncuran tersebut, Syngenta Indonesia berharap adopsi teknologi perlindungan tanaman dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.
Editor : Eka Sapto