Pendapatan SIG Tumbuh 13,1 Persen Menjadi Rp17,65 Triliun pada Semester I-2026

Reporter : Taufiq
Kawasan pabrik Semen Gresik di Rembang Jawa Tengah

JATIMPEDIA, Jakarta  – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid pada semester I tahun 2026. Pendapatan konsolidasian SIG mencapai Rp17,65 triliun, meningkat 13,1% yoy dibandingkan Rp15,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta konsistensi SIG dalam menjaga disiplin harga di tengah dinamika industri bahan bangunan. Pada semester I tahun 2026, total volume penjualan SIG mencapai 18,28 juta ton, tumbuh 5,6% yoy dari 17,31 juta ton pada periode sebelumnya.

Baca juga: Danantara Housing Expo 2026 Raih Nilai Proyek Rp2 Triliun

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan pendapatan mencerminkan kemampuan SIG dalam menangkap peluang dari membaiknya permintaan semen nasional sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan melalui strategi penjualan yang semakin dekat dengan pasar.

“Pertumbuhan pendapatan pada semester I tahun 2026 menunjukkan bahwa strategi penjualan yang kami jalankan mampu menangkap peningkatan permintaan sekaligus menjaga disiplin harga. Kami terus memperkuat penetrasi pasar, khususnya melalui pengembangan retail sales dan pendekatan yang lebih dekat dengan toko-toko bangunan,” kata Vita.

Penjualan domestik menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan, dengan volume meningkat 9,7% yoy. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen semen kantong yang naik 11,2% yoy, didukung transformasi strategi penjualan pasar mikro melalui penguatan jaringan retail, peningkatan brand presence, serta edukasi product knowledge di tingkat toko.

Untuk memperkuat hubungan dengan ekosistem konstruksi, SIG juga menjalankan berbagai program, termasuk Akademi Jago Bangunan melalui pelatihan dan sertifikasi ahli bangunan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun engagement dengan tenaga konstruksi sekaligus memperkuat loyalitas terhadap produk SIG.

Baca juga: Pendapatan SIG Tumbuh 13,1 Persen Menjadi Rp17,65 Triliun pada Semester I-2026

Di sisi profitabilitas, SIG tetap menjaga efisiensi di tengah peningkatan volume penjualan dan biaya bahan bakar serta energi. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,85 triliun, meningkat 11,1% yoy, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Pengelolaan biaya dan keuangan yang disiplin turut memperkuat kinerja perusahaan. SIG mencatatkan EBITDA sebesar Rp2,15 triliun, tumbuh 2,6% yoy, sementara laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar. Beban keuangan bersih juga berhasil ditekan 34,5% yoy seiring penurunan utang berbunga.

Memasuki semester II tahun 2026, SIG optimistis pertumbuhan pendapatan dapat terus dijaga seiring prospek permintaan semen domestik yang semakin positif. Segmen semen kantong diperkirakan tetap menjadi penopang pertumbuhan, sementara permintaan semen bulk mulai menunjukkan pemulihan sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.

SIG juga memperkuat penetrasi pasar melalui kembali hadirnya Semen Kujang di Jawa Barat. Merek tersebut memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan diharapkan dapat memperkuat posisi SIG di pasar Jawa Barat melalui pendekatan merek yang lebih relevan dengan karakteristik serta potensi wilayah tersebut.

“SIG akan terus menjaga momentum pertumbuhan pendapatan dengan memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kedekatan dengan pelanggan, serta mengembangkan berbagai solusi bahan bangunan yang memberikan nilai tambah. Dengan pengalaman lebih dari satu abad, kami berkomitmen menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Vita.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru