JATIMPEDIA, Bondowoso — Bagi petani tebu, menghasilkan bahan baku berkualitas menjadi salah satu kunci untuk memperoleh hasil panen yang optimal.
Melalui penerapan prinsip MBS (Manis, Bersih, dan Segar), kualitas tebu dapat dijaga sejak dari kebun hingga diterima Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Bondowoso, sehingga turut mendukung pencapaian rendemen dan hasil pengolahan yang optimal.
Baca juga: Tebu Makin Berkualitas, Peluang Hasil Petani di PG Pradjekan Makin Optimal
Keterangan: Pabrik Gula Pradjekan PT SGN di Bondowoso, Jawa Timur, menjadi mitra petani dalam mengolah tebu menjadi gula (31/8/2026).
Tebu yang manis, bersih, dan segar berperan penting dalam menentukan kualitas bahan baku yang diterima pabrik. Tebu yang dipanen pada tingkat kemasakan optimal, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang dapat membantu mempertahankan kualitas bahan baku dan mendukung proses pengolahan yang lebih baik.
Keterangan: Petani mengirimkan tebu berkualitas MBS (Manis, Bersih, dan Segar) ke PG Pradjekan untuk menjaga kualitas hasil panen dan mendukung pencapaian rendemen yang optimal (31/8/2026).
Bagi petani, kualitas tebu tidak hanya menentukan hasil produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap nilai yang diperoleh dari hasil panen. Semakin baik kualitas tebu yang dikirimkan, semakin besar peluang untuk memperoleh hasil pengolahan dan rendemen yang optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung peningkatan hasil usaha dan pendapatan petani.
Baca juga: Mentan Tegaskan Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu Sendiri
Kinerja PG Pradjekan yang konsisten menghasilkan rendemen dan pengolahan yang baik turut didukung oleh pasokan tebu berkualitas dari petani. Sinergi antara petani dan pabrik menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat keberlanjutan industri gula.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kualitas tebu dengan menerapkan prinsip MBS.
“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” ujar Rolis Wikarsono.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas tebu perlu menjadi perhatian bersama. Petani memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri gula karena kualitas bahan baku yang baik tidak hanya mendukung kinerja pabrik, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terus memperkuat sinergi dengan petani tebu melalui pengelolaan bahan baku dan proses pengolahan yang optimal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pergulaan yang semakin produktif, memberikan nilai tambah bagi petani, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani tebu.
Melalui penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar, petani turut menjaga kualitas bahan baku sekaligus membuka peluang untuk memperoleh rendemen yang lebih baik dan meningkatkan nilai hasil panen. Dari tebu berkualitas, lahir hasil optimal yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan keberlanjutan industri gula.
Editor : Rizky