Pemkab Lamongan Perkuat UMKM Melalui Megpreneur 2026

Reporter : Rofiq
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Offline Session Megpreneur 2026 di Lamongan

JATIMPEDIA, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Megpreneur 2026 untuk meningkatkan daya saing wirausaha muda.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Offline Session Megpreneur 2026 di Lamongan mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi bisnis.

Baca juga: Pemkab Lamongan Distribusikan Air ke 15 Desa Terdampak Kekeringan

"Ini luar biasa, antusias yang terlihat menunjukkan bahwa anak-anak muda kita tidak hanya ingin mendapatkan pekerjaan, tetapi juga ingin menciptakan peluang baru dan lapangan pekerjaan," katanya.

Menurut dia, penguatan kewirausahaan diperlukan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, termasuk sektor pertanian dan peternakan, agar tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi dapat berkembang melalui pengolahan, pemasaran, dan inovasi.

Ia mengatakan Pemkab Lamongan terus mendorong pengembangan UMKM melalui perluasan akses pasar, pembiayaan, inovasi, dan peningkatan daya saing sehingga pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik mengatakan Megpreneur 2026 menjadi wadah pendampingan bagi calon dan pelaku usaha untuk memperkuat bisnis dari hulu hingga hilir.

Baca juga: 1.683 Perempuan di Lamongan Sandang Status Janda Baru, Ekonomi Masih Jadi Faktor Utama

"Dari program ini peserta mendapatkan pendampingan, akses pasar, perluasan jaringan, wawasan inovasi, serta peluang akses pembiayaan," ujarnya.

Sebanyak 200 peserta terpilih dari 319 pendaftar mengikuti Offline Session pada 26-28 Agustus 2026. Mereka berasal dari sejumlah bidang usaha, seperti agrobisnis, makanan dan minuman, jasa, serta teknologi dan aplikasi.

Data penyelenggara mencatat 76 persen peserta telah memiliki bisnis berjalan, sedangkan sekitar 23 persen masih berada pada tahap ide bisnis.

Baca juga: Pemkab Lamongan Fasilitasi UMKM Perluas Pasar Melalui PESONA 2026

Peserta juga mendapatkan mentoring dari praktisi, narasumber nasional, mentor berpengalaman, dan alumni Megpreneur yang telah mengembangkan usahanya, termasuk Head of Public Policy dan Government Relations Tokopedia dan TikTok Shop E-commerce Indonesia Hilmi Adrianto.

Salah satu peserta, Ahmad Arif Satria, mengatakan program tersebut dimanfaatkannya untuk memperkuat usaha perdagangan Latar Cendhani di Sendangduwur yang telah berjalan selama tiga tahun, terutama dalam menghadapi persaingan dan mengembangkan pemasaran melalui media sosial.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru