JATIMPEDIA, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menghentikan sementara layanan pelayaran Kapal Motor (KM) Egon dan KM Wilis. Penghentian operasional tersebut dilakukan karena kedua kapal sedang menjalani docking atau perawatan kapal secara berkala.
Kepala PT Pelni Cabang Batulicin, Anita Lestari, di Tanah Bumbu, Jumat, mengatakan KM Egon selama ini melayani penumpang mulai dari Batulicin, Surabaya, Parepare, Bontang, Lembar di Lombok, hingga Waingapu di Pulau Sumba.
Baca juga: Pelindo dan Pelni Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT
Sementara itu, KM Wilis melayani sejumlah wilayah di Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Rute pelayarannya antara lain Batulicin, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Waikelo, Waingapu, Ende, Kupang, hingga Kalabahi.
"Dua kapal tersebut menjalani docking sejak akhir Juli dan diperkirakan akan rampung hingga akhir Agustus. Namun, kami akan terus memastikan perkembangan proses docking agar kapal dapat segera kembali dioperasikan untuk melayani masyarakat," kata Anita.
Penghentian sementara operasional KM Egon dan KM Wilis sebenarnya sangat berdampak pada masyarakat yang selama ini menggunakan kedua kapal tersebut sebagai sarana transportasi laut antardaerah.
Baca juga: Pelni Makassar-Pelindo Layani Pengiriman Bantuan ke NTT Gratis
Bagi pengguna jasa yang membutuhkan layanan transportasi laut selama masa pengedokan (docking), pengguna jasa dapat menggunakan kapal milik swasta karena PT Pelni hingga saat ini belum dapat mengoperasikan kapal lain sebagai pengganti KM Egon dan KM Wilis.
Pelni berharap proses perawatan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga KM Egon dan KM Wilis dapat kembali beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.
Baca juga: Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas
Anita mengungkapkan, terkiat dengan adanya bencana gempa bumi tektonik kuat berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di sekitar wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Pelni memiliki program bebas biaya pengiriman bantuan logistik untuk korban gempa bumi ke wilayah itu.
"Namun karena kapal yang biasanya melayani rute tersebut menjalani proses docking maka Pelni Batulicin tidak membuka posko bantuan," tutup Anita
Editor : Rizky