Penjualan GIIAS 2026 Melonjak 33,3 Persen, Bukti Pasar Otomotif Mulai Pulih

Reporter : indri fitria
Pagelaran GIIAS 2026. Foto: Kompas.com

JATIMPEDIA, Jakarta – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus lalu di ICE BSD City, Tangerang, mencatatkan hasil positif bagi industri otomotif nasional. Berdasarkan data penjualan wholesales Juli 2026, angka mencapai 81.115 unit atau melonjak 33,3 persen dibandingkan Juli 2025 yang hanya 60.837 unit. Sementara itu, penjualan ritel juga tumbuh 23,1 persen secara tahunan menjadi 77.412 unit.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, menyebutkan bahwa peningkatan ini didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

Baca juga: Intip Data SPK GIIAS 2026: BYD Terlaris, Chery dan Suzuki Bersaing Ketat

"Ada berbagai faktor. Kalau dilihat, trennya memang mulai membaik. Pertumbuhan ekonomi juga mungkin membaik dan faktor lainnya turut berpengaruh. Saya pikir daya beli masyarakat mulai tumbuh," ujarnya.

GIIAS 2026 sendiri diikuti oleh 68 merek otomotif, meningkat dari 63 merek pada tahun sebelumnya. Pameran yang berlangsung selama 11 hari ini menjadi momentum bagi para agen pemegang merek untuk memperkenalkan produk baru sekaligus mendorong penjualan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Sepanjang penyelenggaraan GIIAS 2026, Gaikindo mencatat total transaksi penjualan kendaraan selama pameran mencapai 10.067 unit, meningkat sekitar 3,5 persen dibandingkan GIIAS 2025. Dari jumlah tersebut, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencatatkan angka 2.475 unit atau 24,6 persen dari total penjualan selama GIIAS 2026.

Baca juga: Penjualan Mobil Semester I 2026 Tumbuh 15,9 Persen, BYD Mulai Ancam Dominasi Merek Jepang

Menariknya, penjualan kendaraan hybrid justru melampaui BEV dengan total 3.401 unit atau 33,7 persen dari keseluruhan penjualan kendaraan. Angka ini menunjukkan tren elektrifikasi yang semakin diminati masyarakat Indonesia, dengan hybrid menjadi pilihan utama sebelum masyarakat beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik murni.

Sementara itu, penjualan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) masih mendominasi dengan kontribusi 41,7 persen atau 4.191 unit selama pameran berlangsung.

Baca juga: Toyota Tutup GIIAS 2026 dengan 6.175 SPK, Lini Elektrifikasi Dominasi Capai 56 Persen

 

 

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru