Kunjungan Dewan Ketahanan Energi ke Kawasan JIIPE

DEN Kaji Potensi JIIPE Gresik untuk Dukung Cadangan Penyangga Energi Nasional

Reporter : Eka Sapto
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) saat berkunjung ke Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik

JATIMPEDIA, Gresik - Dewan Energi Nasional (DEN) melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi potensi fasilitas penyimpanan energi di kawasan industri terintegrasi itu sebagai bagian dari upaya memperkuat Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.

Rombongan DEN dipimpin Koordinator Bulanan-Anggota DEN dari unsur Pemangku Kepentingan, Dr. Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc., Ph.D. Ia didampingi Kepala Biro Fasilitasi Kondisi Krisis dan Darurat Energi Ni Luh Puspa Dewi beserta tim.

Baca juga: JIIPE dan Bisnis BBM Jadi Mesin Pertumbuhan AKRA

Kedatangan rombongan DEN disambut jajaran pimpinan PT AKR Corporindo Tbk dan pengelola kawasan JIIPE. Pertemuan tersebut turut dihadiri Deputy CEO PT AKR Corporindo Tbk Mery Sofi, Operation Director BKMS (PT Berkat Kawasan Manyar Sejahtera) Naresh Anchalia, serta jajaran Direksi PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang dipimpin Direktur Utama Harry Poerwanto.

Satya mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari identifikasi awal terhadap fasilitas penyimpanan energi yang berpotensi mendukung program CPE. Pemeriksaan meliputi kapasitas penyimpanan yang tersedia, rencana pengembangan, kondisi infrastruktur pendukung hingga kemungkinan skema pengelolaan dan kerja sama.

“DEN memiliki tugas dan wewenang untuk mengatur jenis, jumlah, waktu, dan lokasi CPE. Melalui kunjungan ini, kami melakukan identifikasi awal potensi penyimpanan CPE di berbagai fasilitas penyimpanan yang dimiliki oleh badan usaha seperti Pertamina, dan kali ini dengan melakukan kunjungan di PT AKR Corporindo Tbk,” ujar Satya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan DEN terhadap pelaksanaan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, kunjungan ke JIIPE dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kebijakan pengaturan dan pengelolaan CPE sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi.

CPE merupakan ketersediaan energi yang disimpan secara nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tertentu, khususnya ketika terjadi kondisi krisis maupun darurat energi.

Dalam ketentuan tersebut, penyediaan CPE dilakukan secara bertahap hingga 2035. Jenis dan jumlah yang ditetapkan meliputi minyak bumi sebesar 10,17 juta barel, BBM bensin 9,64 juta barel, serta LPG sebanyak 525,78 ribu metrik ton.

Penyediaan infrastruktur CPE dapat dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur milik negara, kerja sama atau sewa fasilitas milik badan usaha, maupun pembangunan infrastruktur baru.

Satya menilai penguatan cadangan energi menjadi kebutuhan penting mengingat stok operasional Indonesia masih relatif terbatas. Saat ini, cadangan operasional BBM disebut sekitar 21 hari, sedangkan LPG sekitar 15 hari.

Baca juga: KEK Gresik Gaet Investasi Rp9,8 Triliun, Jadi Motor Capaian KEK Nasional

Kondisi tersebut berbeda dengan negara-negara maju yang tergabung dalam OECD, yang menyediakan cadangan minyak dan produk minyak minimal setara 90 hari impor.

“Indonesia saat ini masih memiliki cadangan operasional yang terbatas, yaitu BBM sekitar 21 hari dan LPG sekitar 15 hari. Sebagai perbandingan, negara maju anggota OECD menyediakan cadangan minyak dan produk minimal 90 hari impor,” jelasnya.

Karena itu, keberadaan CPE dinilai strategis untuk meningkatkan ketahanan stok energi sekaligus mendukung upaya swasembada energi, terutama di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan LPG.

JIIPE sendiri merupakan kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi hasil kolaborasi antara PT AKR Corporindo Tbk dan BUMN PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pusat kegiatan industri yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

Kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan tersebut juga berpotensi mendukung rantai pasok energi, baik untuk kebutuhan sektor industri, transportasi maupun kegiatan komersial.

Baca juga: JIIPE Gresik Diakui sebagai Kawasan Industri Penggerak Investasi Berkelanjutan

PT AKR Corporindo Tbk yang memiliki izin pendistribusian BBM bersubsidi maupun komersial, termasuk dalam program B50, turut menjadikan JIIPE sebagai salah satu lokasi strategis dalam ekosistem distribusi energi.

Rangkaian kunjungan DEN diawali dengan diskusi bersama jajaran direksi AKR, BKMS, dan BMS. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang direncanakan untuk pengembangan fasilitas tangki penyimpanan CPE.

Rombongan juga meninjau rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan JIIPE. Langkah tersebut menunjukkan peluang pengembangan ekosistem energi yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan pasokan, tetapi juga mendukung pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.

DEN berharap sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha dan sektor kepelabuhanan dapat memperkuat ekosistem energi nasional. Pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia di kawasan industri seperti JIIPE juga diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi mempercepat pembangunan infrastruktur CPE sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru