Pak Yes Pastikan Pengelolaan Sampah TPST Tambakrigadung Lamongan Berjalan Optimal

Reporter : Rofiq
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meninjau langsung operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tambakrigadung

JATIMPEDIA, Lamongan  - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meninjau langsung operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tambakrigadung pada Rabu (12/8/2026).

Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah daerah berjalan optimal sekaligus mendorong percepatan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA.

Baca juga: Pak Yes Kenalkan Potensi Wisata Lamongan ke Wabup Lombok Tengah

Di TPST Lamongan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus memperkuat kapasitas pengolahan melalui penambahan unit pengolah Refuse Derived Fuel (RDF). Saat ini, kapasitas eksisting fasilitas RDF tersebut telah mencapai 20 ton per hari. Pengembangan teknologi ini diproyeksikan mampu meningkatkan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif pen pengganti batu bara, sekaligus meminimalisasi residu yang berakhir di area penimbunan.

Sistem pengelolaan TPST semakin solid melalui kemitraan strategis bersama PT Tata Bumi Adilimbah, sebagaimana telah disepakati dalam nota kesepahaman (MoU) pada Maret 2026 lalu. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah konkrit Pemkab Lamongan dalam membangun ekosistem pengolahan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.

Baca juga: Pemkab Lamongan Prioritaskan Distribusi Air Bengawan Jero untuk Pertanian

Sementara itu, untuk penanganan di TPA Tambakrigadung, Pemkab Lamongan terus melakukan pembenahan infrastruktur dengan menerapkan metode controlled landfill. Salah satu teknis yang rutin dijalankan adalah covering atau penutupan lapisan tanah secara berkala pada area penimbunan guna mengendalikan dampak lingkungan, menekan bau, serta menjaga estetika kawasan TPA.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak boleh hanya bergantung pada penanganan di hilir atau tempat pemrosesan akhir semata, melainkan harus dibarengi dengan Gerakan pengurangan sampah dari hulu.

Baca juga: EMCL dan PIB Bojonegoro Dorong UMKM Lamongan Naik Kelas

“Yang paling penting adalah bagaimana sampah yang masuk ke TPA terus kita kurangi. Karena itu, penguatan TPST, pemanfaatan RDF, serta pembenahan TPA harus berjalan bersama dengan kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya,” tutur Pak Yes.

Melalui peningkatan kapasitas pengolahan, optimalisasi kemitraan swasta, serta pembenahan sistem penimbunan sampah, Pemkab Lamongan berkomitmen mewujudkan manajemen persampahan yang ramah lingkungan, efektif, dan memberikan dampak ekonomi sirkular bagi masyarakat.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru