Bupati Yes Dorong Bapperida Rancang Program Biopori di Lamongan

Reporter : Rofiq
Bupati Yes saat melepas mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari delapan perguruan tinggi dalam kegiatan KKN Megilan Expo di Lamongan

JATIMPEDIA, Lamongan  - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Bupati Yes) meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyusun program Gerakan Biopori sebagai upaya mengurangi risiko banjir, genangan, dan kekurangan air saat musim kemarau.

"Saya memandang perlu biopori. Saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat, apakah sejuta, 100.000, atau minimal 1.000 biopori, yang bisa dikerjakan bersama-sama," ujarnya saat melepas mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari delapan perguruan tinggi dalam kegiatan KKN Megilan Expo di Lamongan. 

Baca juga: BPBD Lamongan Droping 5 Truk Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Ia menjelaskan bahwa program tersebut nantinya melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan mahasiswa, dengan prioritas pelaksanaan di Kecamatan Sarirejo yang saat ini mengalami kekurangan air.

Menurut Yuhronur, inovasi biopori yang ditampilkan mahasiswa dalam KKN Megilan Expo berpotensi diadopsi pemerintah daerah karena bermanfaat meningkatkan daya resap air dan memperkuat ketahanan air di tingkat desa.

Baca juga: Bupati Yes Serahkan Bantuan Bagi18 Keluarga Awak KMN Entok di Lamongan

Biopori merupakan lubang resapan air berdiameter kecil yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk meningkatkan daya serap air, mengurangi limpasan permukaan, serta membantu mengisi cadangan air tanah. Metode tersebut dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik melalui proses pengomposan alami di dalam tanah.

Sementara itu, Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo mengatakan KKN yang berlangsung pada Juli-Agustus 2026 diikuti delapan perguruan tinggi dengan total lebih dari 3.200 mahasiswa yang ditempatkan di sejumlah kecamatan dan desa di Lamongan.

Baca juga: Perkuat Irigasi Pertanian, Pemkab Lamongan Keruk Sedimentasi Waduk Gondang

Ia berharap berbagai inovasi dan program kerja yang dipamerkan mahasiswa dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah setempat dalam penyusunan kebijakan, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru