JATIMPEDIA, Kediri - Memasuki musim kemarau, BMKG Dhoho Kediri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan pemantauan terbaru, terdeteksi lima titik panas di wilayah eks Karesidenan Kediri.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Dhoho Kediri, Satria, pada Senin, 20 Juli 2026. Satria mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 19 Juli 2026, terdapat lima titik panas yang tersebar di wilayah kerja BMKG Dhoho Kediri.
Baca juga: Wali Kota Vinanda Ajak Warga Jenggolo Indah Kediri Perkuat Gotong-Royong
"Lima titik panas tersebut masing-masing berada di tiga lokasi di Kabupaten Nganjuk dan dua lokasi di Kabupaten Blitar," kata Satria.
Ia menyebutkan, seiring meningkatnya potensi cuaca kering selama musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Baca juga: Masuki Musim Kemarau, BPBD Magetan Petakan Wilayah Potensi Karhutla
"Masyarakat juga diminta berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar agar tidak memicu kebakaran yang meluas," kata Satria.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri mulai melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi menyatakan, pemerintah daerah telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Baca juga: Perkuat Keselamatan, DJKA dan Pemprov Jatim Mitigasi JPL Mengkreng
"Untuk mitigasi kekeringan di Kabupaten Kediri, kami tentu sudah melakukannya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Sukadi.
Selain pemetaan, lanjut Sukadi, pemerintah daerah juga menyiapkan penyaluran bantuan pompa air di ratusan titik guna membantu memenuhi kebutuhan air, khususnya bagi sektor pertanian yang berpotensi terdampak musim kemarau.
Editor : Rofiq