Konsumsi Pertalite Tembus 80 Persen dari Total BBM

Reporter : Eka Sapto
PT Pertamina Patra Niaga mencatat porsi konsumsi Pertalite telah mencapai 80 persen total konsumsi gasoline

JATIMPEDIA, Jakarta  - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kini mendominasi pasar bensin nasional. PT Pertamina Patra Niaga mencatat porsi konsumsi Pertalite telah mencapai 80�ri total konsumsi gasoline di Indonesia, naik dari sekitar 75% pada awal tahun.

Lonjakan tersebut mencerminkan semakin masifnya perpindahan konsumen dari BBM non-subsidi, khususnya Pertamax Series, ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan sejak Juni 2026.

Baca juga: Pertamina Drilling Raih Media Relations Awards 2026

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, perubahan pola konsumsi tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat dan berdampak langsung terhadap kebutuhan pasokan BBM subsidi di lapangan.

"Kalau secara komposisi, pada periode Januari-Mei produk JBKP Pertalite sekitar 75%, saat ini sudah bergeser menjadi 80%. Jadi hampir 5% komposisi konsumsi BBM gasoline telah berpindah ke BBM PSO," ujar Eko dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.

Pergeseran konsumsi tersebut memaksa Pertamina melakukan berbagai penyesuaian distribusi agar stok Pertalite di SPBU tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Di sisi lain, migrasi konsumen ke Pertalite berdampak langsung terhadap penjualan BBM non-subsidi. Pertamina mencatat konsumsi Pertamax Series turun sekitar 18% dibandingkan periode sebelumnya.

"Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU khususnya Pertamax Series mengalami penurunan hampir 18% dibandingkan periode sebelumnya," kata Eko.

Fenomena tersebut memperlihatkan tingginya sensitivitas konsumen terhadap perubahan harga BBM. Selisih harga yang semakin lebar antara Pertalite dan Pertamax mendorong sebagian pengguna kendaraan beralih ke BBM bersubsidi demi menekan pengeluaran.

Serapan Kuota Pertalite Hampir 48%

Baca juga: Tekan Emisi, Kilang Balongan Manfaatkan Flare Gas

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan realisasi penyaluran Pertalite hingga 30 Juni 2026 telah mencapai 13,96 juta kiloliter, atau 47,68�ri kuota APBN tahun ini sebesar 29,27 juta kiloliter.

"Realisasi penyaluran mencapai 13,96 juta kiloliter atau setara 47,68�ri kuota yang ditetapkan dalam APBN sebesar 29,27 juta kiloliter," ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rapat yang sama.

Tak hanya Pertalite, fenomena perpindahan konsumsi juga terjadi pada BBM jenis solar. Menurut Wahyudi, volume penggunaan Solar subsidi meningkat 13,9%, sementara konsumsi Dex Series justru turun sekitar 6,4%.

"Posisi kenaikan saat ini memang di sektor Solar. Pasca kenaikan harga BBM umum seperti Dex Series maupun Pertamax, masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi cenderung beralih ke BBM subsidi," ujarnya.

Efek Kenaikan Harga Pertamax

Baca juga: Patra Logistik dan Pertamedika IHC Perkuat Keselamatan Operasional melalui Program Fit to Work bagi Awak Mobil Tangki

Perubahan pola konsumsi ini terjadi setelah Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi pada 10 Juni 2026. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) melonjak menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, atau naik Rp3.950 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter.

Lebarnya selisih harga tersebut dinilai menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke BBM bersubsidi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kuota subsidi energi apabila tren perpindahan konsumsi terus berlanjut hingga akhir tahun, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketahanan pasokan, beban subsidi APBN, dan penyaluran BBM yang tepat sasaran. 

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru