JATIMPEDIA, Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergerak cepat mematangkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana di wilayahnya. Upaya tersebut diwujudkan demi memastikan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) siap menghadapi situasi darurat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan pengetahuan kolektif mengenai manajemen kebencanaan. Menurutnya, pemahaman yang matang akan sangat berdampak pada pengurangan risiko bencana di lapangan.
Baca juga: BPBD Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
"Masyarakat dan stakeholder harus ditingkatkan pengetahuannya, pemahaman, dan kapasitasnya tentang bencana. Mulai dari cara menghadapi, menanggulangi, mengurangi risiko, hingga bagaimana kita melakukan manajemen penanganan bencana," ujar Purwoto.
Baca juga: PLN Jatim Perluas Pemanfaatan SPKLU Untuk Mahasiswa UMM
Purwoto melanjutkan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menyediakan sarana, prasarana, serta peralatan yang cukup dan sesuai dengan potensi ancaman bencana yang ada. Langkah ini disinergikan dengan penyusunan dokumen kontinjensi serta serangkaian latihan simulasi lanjutan.
Baca juga:SKPD Kabupaten Malang Wajib Terapkan KKPD Akhir Juni
Melalui simulasi terintegrasi tersebut, diharapkan seluruh unsur terkait dapat memahami secara mendalam mengenai peran, tugas, dan fungsi masing-masing saat terjadi bencana. Langkah taktis ini diambil agar koordinasi dan penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Baca juga: BMKG Malang : Ada 623 Gempa Guncang Jatim Selama Juli 2026
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Malang juga memastikan bahwa kondisi kesiapan peralatan serta logistik kebencanaan saat ini dalam kondisi yang sangat memadai. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BPBD memiliki akses penuh untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dalam situasi darurat demi mempercepat penanganan.
Editor : Rofiq