BYD TCF 2026 Bawa Solusi Mobilitas Pintar ke Kota Pahlawan

Reporter : Taufiq
Kegiatan pameran BYD Tech Culture Fest Surabaya 2026 di Surabaya

JATIMPEDIA, Surabaya  - PT BYD Motor Indonesia menargetkan memiliki lebih dari 100 jaringan diler di Indonesia hingga akhir 2026 dengan sekitar 95 persen di antaranya berkonsep layanan 3S (sales, service, dan spare parts) untuk memperkuat layanan kendaraan elektrifikasi.

Head of Public & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan mengatakan dalam kurun waktu lebih dari dua tahun BYD telah membangun hampir 100 jaringan diler yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Pakai BYD, Bluebird Luncurkan Layanan Prime di Surabaya

"Pada akhir tahun ini kami menargetkan lebih dari 100 jaringan dan lebih dari 95 persen merupakan jaringan 3S," kata Luther di sela kegiatan BYD Tech Culture Fest Surabaya 2026 di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan ekspansi tersebut telah menjangkau hampir seluruh provinsi, sementara pengembangan jaringan di kawasan Indonesia timur masih dalam tahap kajian dan segera direalisasikan.

Menurut dia, setelah memperkuat jaringan di sejumlah kota besar, BYD kini mulai mengarahkan ekspansi ke kota-kota tier dua, termasuk di Jawa Timur, untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

"Fokus kami sekarang sudah komitmen ke kota-kota tier dua, bukan hanya ibu kota provinsi," ucap.

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika pengembangan jaringan menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis perusahaan karena harus diimbangi layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang yang memadai.

Baca juga: BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Konsumsi BBM Diklaim 65 Km/Liter

Oleh karena itu, perusahaan juga akan terus memperluas jaringan ke berbagai kota, termasuk di Jawa Timur, agar masyarakat semakin mudah mengakses produk maupun layanan BYD.

"Jaringan penjualan harus diikuti perkembangan aftersales dan spare parts yang mumpuni. Kalau tidak, keduanya tidak akan saling mendukung dalam pengembangannya," ujarnya.

Sementara itu, Regional Manager of After Sales BYD Indonesia Andre Obrien mengatakan perusahaan saat ini masih mendatangkan seluruh suku cadang dari China guna memastikan kualitas produk dan kecepatan pasokan kepada konsumen.

"Kami ingin memastikan spare part cepat tersuplai. Saat ini kami masih mengandalkan pasokan dari China karena fokus pada kualitas dan ketersediaan," katanya.

Baca juga: Kuartal I-2026 Ada 33.150 Unit Mobil Listrik Terjual

Menurut dia, seiring bertambahnya jaringan diler dan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia, BYD membuka peluang untuk melakukan lokalisasi produksi suku cadang.

Namun, lanjutnya, rencana tersebut masih dalam tahap studi sehingga perusahaan saat ini tetap memprioritaskan pasokan dari China agar standar kualitas layanan tetap terjaga.

Selain memperluas jaringan, BYD juga menggelar BYD Tech Culture Fest Surabaya 2026 di Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli sebagai sarana edukasi teknologi kendaraan listrik sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat mencoba langsung berbagai model kendaraan melalui sesi test drive.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru