Mei 2026, Kredit Perbankan Tumbuh 11,5 Persen

Reporter : Fitri Handayani
Ilustrasi perbankan

JATIMPEDIA, Surabaya  -Pertumbuhan kredit perbankan terus mengalami penguatan. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5% secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026, dan lebih tinggi dari April 9,98% yoy.

Kredit investasi menjadi motor pertumbuhan 21,95 % yoy. Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan tren pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. "Kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sebesar 11,51% yoy, lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,98% yoy," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI secara virtual, Kamis, di Jakarta (18/6/2026).

Baca juga: BI Gandeng Finnet Indonesia Perluas QRIS Cross Border

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan paling signifikan sebesar 21,95% yoy, di mana jenis kredit ini kembali menunjukkan tren penguatan. Kredit modal kerja tumbuh menguat 8,09% yoy. Sedangkan kredit konsumsi tumbuh melambat menjadi 5,89% yoy. "Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%," imbuh Perry.

Menurutya, prospek kredit ke depan masih didukung oleh sisi permintaan dan penawaran yang memadai. Prospek yang dimaksud didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp 2.576 triliun atau 22,41�ri plafon kredit yang tersedia.

Selain itu, kapasitas pembiayaan bank sangat memadai, tecermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74%. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh menguat menjadi 13,47% yoy pada Mei 2026.

Baca juga: BI Ungkap Lonjakan Penggunaan QRIS dan BI-FAST, Ini Jumlahnya

Perkembangan suku bunga perbankan saat ini juga diharapkan dapat mendukung prospek kredit, dimana pada Mei 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72�n suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26%.

Di samping sisi likuiditas yang memadai, kapasitas permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi dan risiko kredit yang terjaga rendah. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan pada April 2026 tercatat tinggi sebesar 23,97%, yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.

Baca juga: Kredit Mikro Bank Mandiri Tumbuh 15,7 Persen

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,17% secara bruto dan 0,84% secara neto pada April 2026. Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah, ditopang  kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik.

"Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi kebijakan bersama KSSK dalam rangka turut menjaga stabilitas sistem keuangan," pungkasnya.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru