Phapros Catat Laba Rp27,44 Miliar Sepanjang 2025

Reporter : Ferdian
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Phapros Ferdinand Troedu dalam Public Expose perseroan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 di Jakarta

JATIMPEDIA, Jakarta - BUMN farmasi anak usaha PT Kimia Farma Tbk, PT Phapros Tbk, membukukan laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp27,44 miliar pada 2025 seiring peningkatan penjualan dan efisiensi biaya produksi di tengah tekanan industri farmasi global.

“Dari sisi laba tahun berjalan konsolidasian, tercapai angka Rp27,44 miliar di tahun 2025, berbalik positif jika dibandingkan dengan di tahun 2024 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp290,63 miliar,” kata Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Phapros Ferdinand Troedu dalam Public Expose perseroan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 di Jakarta.

Baca juga: Menko Airlangga Dukung Kemitraan Global Industri Farmasi

Ferdinand mengatakan penjualan bersih konsolidasian sepanjang 2025 mencapai Rp940,9 miliar atau meningkat 26,3 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp744,7 miliar.

Menurut dia, pencapaian tersebut didorong strategi fundamental bisnis yang dijalankan perseroan sepanjang 2024-2025, antara lain perbaikan rantai pasok, penguatan komersialisasi, dan diversifikasi segmen pelanggan.

Selain itu, laba kotor perseroan juga meningkat menjadi Rp492,5 miliar pada 2025 dari Rp270,66 miliar pada 2024.

“Ini juga mencerminkan keberhasilan inisiatif efisiensi produksi dan pengadaan,” ujarnya.

Ia menambahkan rasio harga pokok penjualan (HPP) terhadap penjualan turun 16 poin persentase secara tahunan sehingga menopang perbaikan profitabilitas perseroan.

Direktur Produksi Phapros Ida Rahmi Kurniasih mengatakan perseroan meningkatkan utilisasi produksi hingga 72,65 persen pada 2025.

Baca juga: Tekan Harga Obat, IDI Usul Pangkas Rantai Distribusi

Selain itu, perseroan mencatat penghematan biaya pengadaan sebesar Rp28,4 miliar melalui pengadaan bersama bahan baku.

Dari sisi distribusi dan pemasaran, perseroan juga mencatat pertumbuhan pada sejumlah segmen.

“Pertumbuhan segmen Pedagang Besar Farmasi (PBF) mencapai 9,7 persen. Selain itu, outlet transaksi distributor non-afiliasi meningkat sebesar 89,6 persen,” ucap Ida.

Pada triwulan I 2026, perseroan juga melanjutkan tren pertumbuhan dengan membukukan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp221,1 miliar atau naik 10,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp200,7 miliar.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp24,6 miliar atau meningkat 64 persen dibandingkan kuartal I 2025 sebesar Rp15 miliar.

Sementara laba komprehensif periode berjalan berbalik positif menjadi Rp761,5 juta dibandingkan kuartal I 2025 yang masih mencatat rugi Rp5,9 miliar.

Direktur Utama Phapros Intan Abdams Katoppo mengatakan perseroan akan melanjutkan strategi penguatan fundamental bisnis pada 2026 melalui efisiensi biaya, penguatan modal kerja, pengembangan portofolio produk, dan ekspansi pasar ekspor.

Ia menyebutkan bahwa perseroan akan melakukan ekspansi pasar ekspor ke Timor Leste, Kamboja, Filipina, Myanmar, Papua Nugini, dan Peru.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru