JATIMPEDIA, Banyuwangi - Forum Rembuk Lansia di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjadi wadah untuk menampung aspirasi lanjut usia, sekaligus bahan penyusunan kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah setempat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan bahwa Forum Rembuk Lansia itu merupakan salah satu ikhtiar pemerintah daerah mewujudkan pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk lansia.
Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Diproyeksikan Ikuti Penilaian HAM Nasional
"Pembangunan daerah harus mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia yang jumlahnya terus meningkat," ujarnya di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
Menurut Ipuk, Indonesia sudah memasuki era aging population atau fase penuaan penduduk dan sehingga rembuk lansia menjadi tahapan penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan, masukan, dan harapan para lansia tanpa perantara.
Baca juga: BPJS Kesehatan Meluncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi
Dia menyebutkan, data BPS menunjukkan bahwa persentase lansia hasil survei penduduk antar sensus 2025 adalah sebesar 11,97 persen, yang menunjukkan Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk.
"Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi terkait kebijakan daerah. Melalui rembuk ini, kami ingin memastikan intervensi yang dilakukan tepat dan terarah," kata Bupati Ipuk.
Baca juga: Bupati Ipuk : Desa Kemiren Banyuwangi Dapat Pendampingan Khusus Kemenpar
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan sekaligus masukan dalam penyusunan program pembangunan daerah.
"Aspirasi lansia kami jadikan bahan perencanaan pembangunan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga akses terhadap fasilitas umum yang ramah lansia," kata Yayan, sapaan akrabnya.
Editor : Rofiq