BI Pastikan Cadangan Devisa Indonesia Aman

jatimpedia.id
Gubernur BI Perry Warjiyo

JATIMPEDIA,  Jakarta  - Bank Indonesia (BI) memastikan cadangan devisa Indonesia masih aman meskipun digunakan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. BI menegaskan hal tersebut menyusul penjelasan Gubernur BI Perry Warjiyo, terkait cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Penjelasan tersebut disampaikan Gubernur BI dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin kemarin. "Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa, 19 Mei 2026. 

Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Kembali Menyusut Jadi 145,3 Miliar Dolar AS

Menurut Ramdan Denny, level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal. Serta untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional. Standar tersebut ditetapkan oleh IMF," ujarnya.

Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim

Cadangan devisa yang masih sesuai kecukupan internasional ini, tambah Ramdan Denny, mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia. "BI senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya.

Pengelolaan cadangan devisa yang terukur juga untuk menjaga kepercayaan pasar. "Serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global," kata Ramdan Denny.

Baca juga: BI Sebut Transaksi QRIS di Semester I-2026 Capai 12,55 Miliar

Berdasarkan laporan BI, cadangan devisa bulan April 2026 bukan hanya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Tapi juga dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru