JATIMPEDIA, Surabaya -Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong pengelola kampung tematik di wilayah setempat agar lebih berinovasi guna mendukung penguatan daya tarik pariwisata.
"Inovasi soal kesenian lokal di kampung tematik sangat penting agar jangan sampai ada titik jenuh yang dirasakan wisatawan sehingga perlu ada inovasi oleh pengelola dan kelompok sadar wisata (pokdarwis)," kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi di Kota Malang, Sabtu.
Baca juga: PLN Jatim Perluas Pemanfaatan SPKLU Untuk Mahasiswa UMM
Baihaqi menyampaikan inovasi pada kesenian lokal bukan berarti menghilangkan esensi dan nilai yang sudah ada, tetapi justru akan memperkaya unsur kearifan lokal.
Ia menyebut kampung tematik di Kota Malang tersebar 23 lokasi, namun hanya ada sekitar 10 titik yang aktif, di antaranya Kampung Heritage Kayutangan, Kampung Biru Arema, Kampung Tridi, Kampung Wisata Tempe Sanan, Kampung Gribig Religi, dan Kampung Warna-Warni.
Pemkot Malang, kata dia sebenarnya punya komitmen untuk mengoptimalkan seluruh kampung tematik untuk memperkaya opsi pilihan tujuan wisata bagi para wisatawan.
"Kampung tematik itu seleksi alam, yang benar-benar punya kemauan keras untuk meningkatkan inovasi, mengangkat kekuatan lokal pasti akan bertahan," ucap dia.
Baca juga: BMKG Malang : Ada 623 Gempa Guncang Jatim Selama Juli 2026
Baihaqi menyampaikan telah memikirkan langkah untuk mereaktivasi kampung tematik yang tidak aktif dengan berkolaborasi bersama banyak pihak, khususunya pengelola.
Ketika upaya tersebut berhasil, bukan tidak mungkin daya tarik wisata di Kota Malang terus meningkat dan lebih bersaing dengan daerah lain.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa kesuksesan dalam memenuhi target kunjungan wisata pada 2026 juga bertumpu pada keterlibatan para pengelola kampung tematik.
Baca juga: PJT I Atur Akses Kendaraan R4 ke Bendungan Lahor
Hingga triwulan I 2026 Kota Malang telah dikunjungi sebanyak 807.160 wisatawan. Sedangkan target kunjungan tahun ini ditetapkan 3,4 juta wisatawan.
Dari data itu, angka kunjungan masih didominasi wisatawan nusantara dengan jumlah 797.365 orang dan 9.766 orang lainnya adalah wisatawan mancanegara.
"Maka dari itu kekuatan lokal justru sengat memberikan pengaruh besar terhadap daya tarik pariwisata," kata dia.
Editor : Taufiq