JATIMPEDIA, Surabaya - Proyek hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diperkirakan mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 7.500 orang. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri hilir nasional berbasis mineral bernilai tambah.
Groundbreaking proyek dilakukan dalam seremoni hilirisasi nasional tahap II yang digelar Danantara bersama sejumlah BUMN strategis. Pengembangan ekosistem industri ini melibatkan kolaborasi antara MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, Pindad, dan Pelindo.
Baca juga: Deninta dan Akhdan Dinobatkan sebagai Raka-Raki Jawa Timur 2026
Dalam proyek itu akan dibangun fasilitas produksi brass mill dan brass cups dengan kapasitas 10 ribu ton per tahun. Selain itu, juga akan dibangun pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas hingga 30 ton per tahun.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, proyek hilirisasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare
Menurut Emil, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan mencapai lebih dari 7.000 orang yang akan tersebar di berbagai sektor industri, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat hingga fasilitas bahan baku amunisi serta pengolahan emas.
“Kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul saat konstruksi berlangsung, tetapi juga berlanjut pada tahap operasional hingga pengembangan industri turunannya,” ujar Emil dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Maroko, Dorong Kemitraan Strategis di Bidang Regulasi
Ia menambahkan, hilirisasi industri di Gresik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat pemerataan ekonomi di Jawa Timur.
Selain sebagai pusat hilirisasi nasional, KEK Gresik dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dan logam di Indonesia.
Editor : Taufiq