Stok Beras Aman, Mentan Amran Ajak Mahasiswa dan Akademisi Pantau Gudang Bulog Jatim

Reporter : Rini
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bersama mahasiswa saat meninjau gudang Bulog Kantor Cabang Surabaya

JATIMPEDIA, Surabaya - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok beras nasional dalam kondisi melimpah dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meninjau gudang Bulog Kantor Cabang Surabaya di Banjar Kemantren, Sidoarjo, Minggu (18/4/2026).

 

Baca juga: Bupati Sidoarjo Batasi Penggunaan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI


Dalam kunjungan tersebut, Amran turut mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), HMI, PMII, IMM, hingga dosen, guru besar pertanian, dan petani untuk melihat langsung kondisi stok beras di lapangan.

 


"Sekarang ini saya apresiasi Bulog Jawa Timur dan Pak Dirut, Direktur Pengadaan. Aku apresiasi, kenapa? Karena mengajak HMI, IMM, PMII, Badan Eksekutif Mahasiswa, dosen, para pakar, para guru besar, sektor pertanian, itu melihat langsung stok kita. Ini saya bangga, supaya ada second opinion, ada cross check langsung dari masyarakat," ujar Amran.

 


Ia menegaskan, keterlibatan publik tersebut penting untuk memastikan transparansi data stok pangan nasional. "Aku senang. Ini teman-teman masuk semua, dosen, mahasiswa, aktivis masuk semua mengecek. Hari ini stok kita 4,9 juta ton, dan tertinggi sepanjang sejarah," katanya.

 


Amran menyebutkan, data stok beras tersebut bersumber dari lembaga kredibel seperti Bulog, BPS, hingga FAO. Bahkan, dalam waktu dekat jumlah stok diproyeksikan terus meningkat.

 


"Siapapun ragu dengan data ini, silakan ke Bulog. Data ini dikeluarkan oleh Bulog, BPS, kemudian FAO, ini semua credible. Jadi, para masyarakat Indonesia, kami sampaikan, hari ini stok kita 4,9 juta ton, insya Allah minggu depan, paling lambat Kamis Jumat, sudah 5 juta ton, dan tertinggi selama Republik Indonesia," jelasnya.

 


Lebih lanjut, Amran memaparkan total cadangan pangan nasional yang mencapai sekitar 28 juta ton, yang terdiri dari stok Bulog, pasokan sektor horeca sebesar 12,5 juta ton, serta standing crop sebesar 11 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. "Nah, 28 juta ini cukup untuk 11 bulan ke depan. Kalau kemaraunya 6 bulan, artinya lebih dari cukup kan," ujarnya.

 


Untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk pompanisasi dan perbaikan sistem irigasi. Amran mengklaim Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya.

 


"Kita sudah pengalaman, sudah 2 kali El Nino ketemu, 2015, 2023, 2024. Nah, kita ada pompanisasi, ada irigasi, kita sudah siapkan lebih awal. Jadi, insya Allah aman," katanya.

 

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Daftarkan 42 Ribu Pekerja Rentan dalam Kepesertaan BPJS Kesehatan


Selain sektor pangan, Amran juga menyinggung kesiapan energi nasional. Ia menyebut pemerintah akan mulai menerapkan biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 serta menghentikan impor solar hingga 5 juta ton.

 


"Alhamdulillah atas arahan Bapak Presiden, pangan selesai. Energi insya Allah tahun ini, 1 Juli, itu kita B50 dan stop impor solar 5 juta ton," ujarnya.

 


Untuk kebutuhan pupuk pertanian, pemerintah juga telah menyiapkan sejak awal tahun dengan harga yang disebut turun hingga 20 persen.

 


"Pupuk sudah disiapkan lebih awal. Harga pupuk benar turun 20 persen. Tidak pernah terjadi pupuk turun selama Republik ini berdiri. Itu perintah Bapak Presiden. Yang kedua adalah volumenya ditambah," tegasnya.

 


Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, melaporkan hingga 19 April 2026 penyerapan gabah/beras petani di Jawa Timur telah mencapai 529.626 ton setara beras.Angka tersebut berkontribusi sekitar 25 persen dari total serapan nasional yang mencapai 2.143.289 ton setara beras.

Baca juga: Sinergi Pemkab Sidoarjo dan Muhammadiyah Perkuat Pembangunan Daerah

 


Untuk total kapasitas gudang Bulog Kantor Cabang Surabaya di Banjar Kemantren mencapai 203.500 ton, menjadikannya salah satu pusat penyimpanan pangan terbesar dan terintegrasi di wilayah tersebut.

 


Kompleks pergudangan ini terdiri dari 32 unit gudang, meliputi 16 unit Gudang Bulog Modern (GBM), 11 unit Gudang Bulog Baru (GBB), dan 5 unit Gudang Semi Permanen (GSP) yang berdiri di atas lahan seluas 29,49 hektare. Kapasitas masing-masing gudang bervariasi, yakni GBM hingga 10.000 ton per unit, GBB 3.500 ton, dan GSP 1.000 ton.

 


Dalam operasionalnya, realisasi penyerapan di Gudang Banjar Kemantren Kantor Cabang Surabaya tercatat mencapai 26.973 ton setara beras. Selain itu, terdapat dua gudang filial di Romokalisari dengan kapasitas total 9.000 ton. Hingga saat ini, total stok yang dikuasai kantor Cabang Surabaya mencapai 135.015 ton.

 


Ke depan, Bulog berencana menambah infrastruktur pergudangan di sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Banyuwangi, Sampang, Bojonegoro, dan Jember. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sistem logistik pangan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru