APJII Dorong Internet Jadi Obyek Vital Nasional

Reporter : Taufiq
Pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Jawa Timur

JATIMPEDIA, Surabaya  - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Jawa Timur mendorong pentingnya menjadikan infrastruktur internet sebagai objek vital nasional menyusul urgensi transformasi status infrastruktur internet di Indonesia.

"Internet kini telah bergeser dari sekadar kebutuhan tambahan menjadi kebutuhan utama bagi seluruh lapisan masyarakat . Sehingga penting menjadikannya sebagai objek vital nasional," kata Ketua Panitia Rakerwil APJII Wilayah Jatim Moch Ridoi dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.

Baca juga: Honda AT Family Day Semarakkan 11 Kota di Jawa Timur

Ketua Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan memaparkan tiga pilar utama yang menjadi ruh pergerakan asosiasi ke depan yakni energize dengan mengajak anggota untuk melakukan recharging semangat kolaborasi guna menghadapi dinamika pasar dan tantangan regulasi yang bergerak cepat.

"Elevate yakni transformasi bisnis dari skala UMKM menjadi korporasi yang akuntabel dengan tetap menjaga integritas dan ekosistem harga yang sehat serta empower pentingnya kepemimpinan yang memberdayakan sesama anggota," katanya.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif Angga menegaskan pentingnya menjaga bisnis internet dan eksistensinya sehingga mampu memberikan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

Baca juga: Tiga Direksi Baru PDAM Surya Sembada Ditetapkan Pemkot Surabaya

Saat ini, eranya kolaborasi dan konsolidasi industri, tidak hanya peduli dengan bisnisnya saja tapi juga infrastruktur.

"Hal ini perlu jadi renungan bersama dan butuh konsolidasi. Selama ini bisnis ada tapi uang tidak ada, kabel bersliweran dan cenderung penumpang menurun karena terjadi tumpang tindih," katanya.

Baca juga: MPM Honda Jatim Siap Hadirkan Semangat Satu HATI di Honda DBL 2026 East Java Series

Ia mengatakan sebagai negara kepulauan masih sangat tergantung dan masih banyak kekurangan soal submarine cable yang inter island, banyak kabel kabel yang tua dan ke arah timur juga minim dari opsi infrastruktur.

"Hal lainnya yakni masih banyak perangkat belum up to date, kabel kabel belum tertata rapi plus isu yang berkembang seperti banyaknya koordinasi di level dinas-dinas pemerintah daerah," katanya.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru