Triwulan I-2026 Pelanggan KAI Group Tumbuh Berkat Konektivitas Antarmoda

Reporter : Ferdian
 PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan kenaikan jumlah penumpang pada triwulan pertama 2026

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan kenaikan jumlah penumpang pada triwulan pertama 2026. Lonjakan tersebut didorong penguatan integrasi antarmoda yang memudahkan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Layanan kereta listrik sanggup melayani lebih dari 87 juta pelanggan harian selama tiga bulan pertama 2026. Seluruh moda angkutan mencatatkan pertumbuhan penumpang secara berkala jika dibandingkan perolehan periode tahun sebelumnya.

Baca juga: KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Dengan Kota Strategis

“Konektivitas yang terbangun antar layanan membuat perjalanan terasa lebih efisien," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

Setiap simpul integrasi strategis telah disiapkan secara maksimal untuk menghubungkan moda angkutan ringan dengan kereta jarak jauh. Hal tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan masyarakat ketika harus berganti layanan angkutan di stasiun utama.

Pengguna moda kereta ringan kini dapat terhubung secara langsung dengan rute Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menumbuhkan minat warga untuk beralih menggunakan sistem angkutan umum massal.

Baca juga: Januari-Juli 2026, KAI Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas Tumbuh 20,28 Persen

Volume pelanggan Commuter Line (CL) Jabodebek tercatat mencapai 87.979.372 orang dengan tren pertumbuhan 7,14 persen. Mobilitas masyarakat wilayah perkotaan ini tetap menjadi tulang punggung utama pelayanan jasa kereta api nasional.

Sementara itu, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta mengangkut 634.921 pelanggan dalam durasi triwulan awal. Capaian jumlah penumpang menuju akses bandara tersebut meningkat 22,77 persen jika dibandingkan realisasi sebelumnya.

Kereta LRT Jabodebek turut melayani 7.754.946 pelanggan dalam tiga bulan pertama. Pihak manajemen mencatatkan lonjakan pengguna secara masif sebesar 22,10 persen untuk rute layanan wilayah Jabodetabek tersebut.

Baca juga: Hingga Juli 2026, Angkutan Perkebunan KAI Naik 18 Persen

Capaian operasional moda kereta cepat turut memberikan hasil melalui angkutan 1.408.815 penumpang. Kenaikan mobilitas penumpang ini menunjukkan semakin kuatnya ketergantungan publik terhadap moda transportasi rel saat ini.

"Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru