Surabaya Segera Dilayani Kereta Rel Listrik, Ini Rutenya

Reporter : Eka Sapto
Ilustrasi kereta rel listrik

JATIMPEDIA, Surabaya - Proyek Kereta Rel Listrik (KRL) Surabaya atau Surabaya Regional Railway Line (SRRL) resmi memasuki tahap desain teknis.

Momen kickoff ditandai dengan pertemuan perdana konsultan desain (Railway Design Consultant/RDC) untuk Fase I pada Jumat (13/2/2026) lalu, yang dihadiri oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Bank Pembangunan Jerman (KfW), firma konsultan Chodai Co. Ltd, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Baca juga: Semester I MSJA Catat Kenaikan Penjualan 13 Persen

Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA, Catur Wibisono menekankan kompleksitas tinggi proyek SRRL. Tantangan utamanya adalah merancang sistem baru di tengah jaringan kereta api eksisting yang padat.

"Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam," ungkap Catur dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Kolaborasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dinilai sebagai kunci kesuksesan. Sinergi ini crucial untuk menyiapkan pembebasan lahan dan integrasi dengan tata kota sebelum pembangunan fisik yang ditargetkan dimulai pada 2027.

"Kami telah bekerja sama dengan KfW sebelumnya pada lintas operasi KRL Solo-Yogya. Harapannya, semua hal termasuk ruang bebas ini dapat ditangani dengan kolaborasi baik kita," tambahnya.

Baca juga: MPM Honda Jatim Bersama YBSI Berikan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis bagi 100 Veteran LVRI

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kemajuan proyek. Dia menyoroti kompleksitas pengerjaan yang harus berjalan paralel tanpa mengganggu operasional harian ratusan perjalanan kereta api yang ada.

"Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya," katanya.

Emil juga mengonfirmasi kesiapan pendanaan senilai 230 juta Euro (sekitar Rp 3,9 triliun) untuk tahap ini.

Baca juga: Satu Data Berbasis NIK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Surabaya

"Tentunya membutuhkan atensi khusus karena SRRL ini akan dikerjakan bersama dan beriringan dengan Jalur Ganda Sepanjang Wonokromo yang juga akan dibangun oleh DJKA," ujar Emil.

SRRL Fase I-A akan menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng dengan Stasiun Sidoarjo sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Depo kereta di Sidotopo akan dimodifikasi untuk menjadi depo dan fasilitas perawatan KRL.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru