Konsolidasi Galangan Kapal PT PAL Tak Akan Kurangi Tenaga Kerja

Reporter : Eka Sapto
PT PAL Indonesia akan melakukan konsolidasi BUMN galangan kapal bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)

JATIMPEDIA, Surabaya -  PT PAL Indonesia menegaskan rencana konsolidasi BUMN galangan kapal yang sedang dibahas bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bukan merupakan agenda pengurangan tenaga kerja.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan langkah strategis tersebut justru akan diarahkan untuk memperkuat dan menyehatkan industri perkapalan nasional termasuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim

“Konsolidasi ini justru diharapkan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antar-galangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Kaharuddin menuturkan PT PAL sedang menyiapkan pembentukan tim yang kuat dan berkapasitas untuk membangun industri maritim nasional sehingga konsolidasi bukan sekadar menggabungkan entitas tetapi menyatukan kompetensi dan memperkuat organisasi.

Oleh sebab itu, konsolidasi difokuskan pada penguatan struktur industri, perbaikan kinerja keuangan, serta peningkatan daya saing galangan kapal nasional agar mampu memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri yang terus meningkat.

Ia menegaskan penataan SDM yang sedang dibahas pun dilakukan melalui mekanisme asesmen menyeluruh berbasis kompetensi dan kebutuhan industri.

Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap insan galangan dapat ditempatkan sesuai kapasitasnya serta memperoleh ruang pengembangan yang lebih baik dalam struktur industri yang terintegrasi.

Konsolidasi ini, kata dia, diharapkan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antargalangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang.

Terlebih, lanjutnya, apabila galangan dalam negeri bergerak maka rantai pasok ikut hidup, industri baja tumbuh, komponen diproduksi di dalam negeri, dan lapangan kerja tercipta.

“Inilah multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Kaharuddin.

Baca juga: Semester I MSJA Catat Kenaikan Penjualan 13 Persen

Ditambahkan, konsolidasi tersebut akan menggerakkan galangan kapal dalam negeri sehingga rantai pasok ikut hidup, industri baja tumbuh, komponen diproduksi di dalam negeri, dan lapangan kerja tercipta.

“Inilah multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian bangsa,” katanya di Surabaya, Sabtu.

Konsolidasi itu, menurut dia, akan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antargalangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang.

Kaharuddin menuturkan konsolidasi galangan nasional akan mampu membentuk ekosistem industri yang saling terhubung mulai dari produsen baja, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, hingga penyedia jasa desain dan rekayasa.

Ketika produksi kapal meningkat baik untuk kebutuhan BUMN, logistik energi, maupun pembangunan kapal ikan nasional maka kebutuhan tenaga kerja akan meningkat secara berjenjang.

Baca juga: PT PAL Bangunan Kapal Selam Scorpene Pesanan TNI AL

“Tidak hanya di galangan, tetapi juga di industri hulu dan hilir, termasuk sektor industri pendukung,” ujar dia.

Rencana penugasan PT PAL sebagai induk galangan BUMN, lanjut dia, diarahkan untuk mengoordinasikan kebutuhan kapal nasional, baik untuk sektor energi, transportasi, maupun pertahanan, agar dapat dikerjakan secara sinergis oleh galangan BUMN dan swasta dalam negeri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor kapal yang selama ini masih dominan sekaligus membangun kemandirian dan daya saing industri maritim Indonesia.

Kaharuddin pun menegaskan komitmen PT PAL untuk memastikan proses konsolidasi berjalan secara transparan, terukur, dan mengedepankan prinsip keberlanjutan industri serta penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional.

“Aktivitas pembangunan kapal nasional berpotensi meningkatkan permintaan komponen pendukung, jasa logistik, hingga penyerapan tenaga kerja terampil,” katanya.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru