BI : Indeks Keyakinan Konsumen pada Januari 2026 Meningkat

Reporter : Ferdian
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 naik

JATIMPEDIA, Jakarta - Kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian meningkat pada bulan Januari 2026. Hal tersebut tercermin dari data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia, Senin, 9 Februari 2026.

Hasil survei tersebut menunjukkan, IKK Januari 2026 berada di level 127 atau di level optimis. Angka indeksnya lebih tinggi dibandingkan IKK Desember 2025 sebesar  123,5.  

Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim

IKK bulan Januari, menurut BI, ditopang peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). IKE bulan Januari 2026, sebesar 115,1, meningkat dibandingkan bulan Desember 2025 sebesar 111,4.

Sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di level 138,8 di bulan Januari. Indeksnya meningkat dibandingkan bulan Desember 2025 yang sebesar 135,6

 


Baca Juga:

​IHSG Ditutup Naik, Ditopang Penguatan Bursa Asia

Baca juga: BI Sebut Transaksi QRIS di Semester I-2026 Capai 12,55 Miliar


​Thomas Djiwandono Sah Jadi Deputi Gubernur BI

 

 

IEK menunjukkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian enam bulan mendatang yang diharapkan makin membaik. Kenaikan IEK seiring dengan meningkatnya Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Dunia Usaha masing-masing di level 140,8 dan 130,8.

Baca juga: Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas

Sedangkan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja enam bulan ke depan, stagnan di level 135,1. Survei Konsumen yang dilakukan BI juga memantau Kondisi Keuangan Konsumen pada Januari 2026.

Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi ternyata menurun pada bulan Januari menjadi 72,3 persen. Pada bulan sebelumnya atau Desember 2025, persentasenya tercatat 74,3 persen.

Sedangkan proporsi pendapatan untuk pembayaran utang atau cicilan, meningkat dari 10,8 persen menjadi 11,2 persen. Sementara itu, proporsi pendapatan untuk ditabung, naik dari 14,9 persen menjadi 16,5 persen

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru