Pertamina Sukses Produksi Minyak dari Sumur Horizontal di Blok OSES

Reporter : Ferdian
SKK Migas) mencatat keberhasilan engeboran sumur horizontal pada reservoir berkualitas rendah (Low Quality Reservoir/LQR) di Lapangan Yvonne-A, Blok Offshore Southeast

JATIMPEDIA, Jakarta  - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat keberhasilan pengeboran sumur horizontal pada reservoir berkualitas rendah (Low Quality Reservoir/LQR) di Lapangan Yvonne-A, Blok Offshore Southeast Sumatra (OSES) yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi OSES Pemboran ini bahkan mampu menghasilkan produksi minyak hingga 528 barel per hari (bph).

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan sumur horizontal LQR ini ditajak di bulan Desember 2025 dan pada awal Februari 2026 dilakukan POP ( Put on Production) langsung diproduksikan, Adapun Pengeborannya dimulai pada 18 Desember 2025 dan berhasil mencapai TD dengan kedalaman 7,413 feet MD, dengan total horizontal section sepanjang 1,820 ft.

Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Kembangkan Tiga Sumur Infill

“Dari beberapa hasil test hingga yang terbaru kemarin tanggal 5 Februari , sumur ini mengalirkan minyak sebesar 465 – 528 bph, 0% WC. Hasil ini lebih tinggi dari target initial production sebesar 415 bph,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Sabtu (6/2).

Target pengeboran berada pada lapisan batuan karbonat (bioclastic) yang secara keseluruhan memiliki porositas rendah sebesar 13–14,�n matrix permeabilitas rendah sekitar 1–3 mD. Dengan karakteristik tersebut, menurut Djoko kemampuan reservoir untuk mengalirkan minyak tergolong sangat rendah sehingga dikategorikan sebagai LQR.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Komitmen Hadirkan Produk UMKM Berkelanjutan

Djoko menambahkan, sebelum diputuskan untuk pengeboran horizontal, telah dilakukan berbagai upaya penerapan best practices mulai dari LQR subsurface study, well construction planning and execution, boundary mapper well placement, AICD intelligent lower completion, hingga production monitoring and optimization.

Pada awal Februari 2026, sumur mulai diproduksikan dan menunjukkan hasil yang sangat baik pada reservoir tight carbonate LQR serta masih mengalir secara natural tanpa stimulasi.

Baca juga: Pertamina Drilling Raih Media Relations Awards 2026

Untuk tahun 2026, PHE OSES merencanakan pengeboran enam sumur horizontal. Saat ini, pemboran horizontal kedua pada lapisan LQR Yvonne-A tengah dilakukan dan masuk dalam rencana kegiatan WPNB 2026.

“Keberhasilan sumur horizontal LQR di Lapangan Yvonne-A ini memberikan harapan yang sangat bagus untuk pengembangan reservoir LQR di Indonesia dan diharapkan mulai memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan oil lifting nasional dalam jangka pendek hingga menengah,” ujar Djoko.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru