Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah

Reporter : indri fitria
Aktifitas pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional Surabaya

JATIMPEDIA, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya, menggelar pasar murah menjelang Imlek 2026 dan Ramadhan 1447 Hijriah sebagai untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Mia Santi Dewi di Surabaya, Senin, mengatakan, pihaknya saat ini terus memperkuat upaya pengendalian harga bahan pokok menjelang perayaan Imlek dan awal Ramadhan 1447 H.

Baca juga: Semester I MSJA Catat Kenaikan Penjualan 13 Persen

"Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan intensitas pelaksanaan pasar murah agar masyarakat tetap dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau," ujarnya.

Ia mengatakan pada bulan Ramadhan kegiatan pasar murah digelar lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dengan mencakup 31 kecamatan.

"Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 2 Februari 2026 secara umum masih relatif stabil.

Baca juga: MPM Honda Jatim Bersama YBSI Berikan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis bagi 100 Veteran LVRI

"Untuk komoditas beras, harga beras premium Rp15.416 per kilogram dan tidak mengalami perubahan, sementara beras medium mengalami penyesuaian tipis menjadi Rp12.750 per kilogram," ujarnya.

Harga gula kristal putih terpantau stabil di kisaran Rp16.833 per kilogram dan harga minyak goreng curah masih berada di harga Rp19.916 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium mengalami pergerakan harga ringan menjadi Rp18.500 per liter dan Minyakita Rp16.966 per liter.

Mia menjelaskan sejumlah komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram.

Baca juga: Satu Data Berbasis NIK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Surabaya

Sementara cabai merah keriting dan cabai merah, masing-masing menjadi Rp30.166 per kilogram dan Rp26.500 per kilogram.

Ia menegaskan hingga awal Februari 2026, fluktuasi harga cabai masih dalam batas wajar, dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca di musim penghujan, serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Imlek dan persiapan Ramadhan.

"Kami terus berkoordinasi dengan petani petani dan gapoktan (gabungan kelompok tani) di daerah penghasil, untuk memastikan distribusi ke Surabaya tetap berjalan lancar," ujarnya.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru