JATIMPEDIA, Kediri - Pemerintah Kota Kediri, menilai keberadaan koperasi syariah seperti Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) mampu mendorong pertumbuhan usaha anggota di wilayah setempat.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha mengatakan selain mampu mendorong pertumbuhan usaha anggota, koperasi syariah juga memperkuat keberadaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan membuka kesempatan ekonomi baru.
Baca juga: Perkuat Keselamatan, DJKA dan Pemprov Jatim Mitigasi JPL Mengkreng
"Dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah wujud ekonomi kerakyatan," katanya di Kediri, Sabtu.
Saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT NU Kota Kediri, ia juga mengapresiasi kemajuan koperasi syariah tersebut.
Ia mengungkapkan dalam kurun waktu kurang lebih tiga setengah tahun, BMT NU telah mampu meraih kepercayaan masyarakat dan berhasil mengelola aset hingga mencapai sekitar Rp11 miliar.
Baca juga: Keseruan 53 pasangan di Kediri nikah massal di VW Kombi
Capaian ini, kata dia, juga selaras dengan semangat visi Kota Kediri Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni (MAPAN).
"Melalui kegiatan ini, dapat dilihat bagaimana koperasi syariah menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi yang produktif dan berkeadilan. Sekaligus mencerminkan nilai keagamaan dalam praktik ekonomi sehari-hari," ujar dia.
Baca juga: Bupati Kediri Ajak Anak Muda Kediri Aktif di Koperasi
Pihaknya berharap capaian itu bisa lebih ditingkatkan sehingga jangkauan BMT semakin luas. Dengan keberadaan BMT NU tersebut, bisa memberikan manfaat serta menjadi penguat ekonomi masyarakat Kota Kediri.
Editor : Rofiq