JATIMPEDIA, Bondowoso - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melakukan survei dan monitoring pascabencana tanah longsor yang berdampak pada krisis air bersih di enam dusun Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Sabtu (3/1/2026) sore.
Tim melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah infrastruktur penyediaan air bersih yang terdampak longsor. Dalam survei tersebut, BPBD mencatat beberapa titik penting, antara lain sumber air di Desa Penang, tandon pasangan batu beserta pipa transmisi di Desa Penang, hingga broncap dan pipa distribusi di Desa Klekean.
Baca juga: Pemkab Bondowoso Bangun Irigasi Perpompaan di 74 Titik
Kepala Bidang Logistik dan Rehabilitasi Rekonstruksi (LR2) BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana mengatakan, salah satu kerusakan terparah terjadi pada broncap di Desa Klekean yang berfungsi sebagai bak penampungan utama sebelum air didistribusikan ke warga.
“Broncap di Desa Klekean mengalami kerusakan,” ujar Tugas Riski Bahana.
Baca juga: PTPN I Regional 5 dan Pemkab Bondowoso Gaungkan Kembali Kopi Lokal Lewat Kompetisi Konten
Ia menjelaskan, selama ini kelebihan air dari tandon pasangan batu di Desa Penang ditampung ke broncap Desa Klekean. Dari broncap inilah air kemudian didistribusikan ke enam dusun terdampak di Desa Klekean.
Namun akibat longsor, sejumlah pipa distribusi juga dilaporkan rusak, masing-masing sepanjang tujuh lonjor, sehingga suplai air bersih ke masyarakat terganggu.
Baca juga: BPBD Probolinggo Salurkan 24 Ribu Liter ke Tiga Dusun
BPBD berharap penanganan cepat dapat segera dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali terpenuhi.
Editor : Rofiq