JATIMPEDIA, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pergerakan sebanyak 3.191 kapal selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Jumlah tersebut tercatat pada periode 10–24 Desember 2025.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan jumlah kapal penumpang dan roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang dilayani mengalami kenaikan 8,39 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 2.944 call kapal.
Baca juga: Arus Peti Kemas TPS Juli 2026 Naik 11,79 Persen, Ekspor Melonjak 20,54 Persen
Di tengah meningkatnya trafik kapal serta kebijakan pembatasan angkutan barang di jalan tol, Pelindo memastikan aktivitas bongkar muat tetap berjalan lancar.
“Arus bongkar muat di pelabuhan berlangsung normal. Pelindo beroperasi 24 jam setiap hari dan siap melayani arus barang maupun penumpang selama Nataru 2025/2026,” ujar Ali, Jumat (26/12/2025).
Pelindo mencatat puncak arus penumpang terjadi pada 21 Desember 2025 (H-4 Natal) dengan total 76.692 penumpang. Sementara itu, puncak arus kendaraan terjadi sehari sebelumnya, yakni 20 Desember 2025 (H-5 Natal) dengan 7.557 unit kendaraan.
Pergerakan penumpang tinggi juga tercatat pada 19 Desember 2025 dengan 76.623 penumpang. Adapun pada H-1 Natal, 24 Desember 2025, tercatat 64.280 penumpang dan 6.279 kendaraan menggunakan transportasi laut.
Baca juga: Pupuk Indonesia, Pelindo hingga Angkasa Pura Berpotensi Masuk IPO
Sebelumnya, Pelindo memproyeksikan jumlah penumpang selama libur Nataru 2025/2026 mencapai sekitar 2 juta orang, meningkat 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan signifikan terjadi di sejumlah wilayah seperti Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, serta pelabuhan di kawasan timur Indonesia, termasuk Ternate, Kupang, Ambon, Manado, hingga Papua.
Direktur Operasi Pelindo, Putut Sri Muljanto, menjelaskan bahwa Pelindo kembali mengoperasikan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan pendukung Pelabuhan Merak untuk mengurai kepadatan arus penyeberangan. Sejak 19 Desember, sebagian angkutan truk dan sepeda motor telah dialihkan ke pelabuhan tersebut.
Pengaturan operasional dilakukan dengan pembagian layanan, di mana Pelabuhan Merak difokuskan untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan tertentu. Pelindo juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti area parkir, layanan kesehatan, dan bengkel darurat.
Baca juga: Program Budidaya Kepiting Soka Antar Terminal Teluk Lamong Raih Gold TJSL & CSR Award 2026
Selain penguatan infrastruktur fisik, Pelindo mengoptimalkan sistem digital melalui Integrated Planning and Control, Terminal Booking System, serta sistem identifikasi truk dan pengemudi guna mengendalikan arus kendaraan dan mencegah kepadatan.
“Dengan kesiapan infrastruktur, sistem operasional yang andal, serta koordinasi lintas instansi, kami berkomitmen memastikan layanan kepelabuhanan selama Nataru berjalan aman, tertib, dan terkendali,” pungkas Putut.
Editor : Rizky