JATIMPEDIA, Surabaya – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam percepatan hilirisasi gula nasional, khususnya dari Jawa Timur. Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman ke Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12), yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda, kepala daerah kabupaten/kota se Jawa Timur, Direksi PTPN Holding (Persero), serta Direktur Utama PT SGN Mahmudi. Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN perkebunan dalam mendorong hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu, guna meningkatkan nilai tambah dan ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Triwulan II-2026, Simpanan Bank di Jatim Tumbuh 4,64 Persen YoY
Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimisme tinggi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. Ia menilai Indonesia berada di ambang sejarah baru karena target swasembada berpotensi tercapai jauh lebih cepat dari proyeksi awal. Menurutnya, apabila tidak ada hambatan berarti, Indonesia bahkan bisa menyatakan swasembada dalam waktu dekat, sebuah capaian tercepat sepanjang sejarah kebijakan pangan nasional.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menambahkan bahwa percepatan swasembada gula dilakukan secara bertahap melalui perluasan areal tanam dan akselerasi penanaman tebu. Jawa Timur disebut sebagai wilayah kunci karena menjadi basis utama industri gula nasional dengan mayoritas pabrik gula berada di provinsi tersebut.
Baca juga: SPBUN SGN Apresiasi DPR RI atas Fasilitasi Penyelesaian Dinamika Hubungan Industrial
Sementara itu, Direktur Utama PT SGN Mahmudi menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan sektor hulu dan hilir industri gula. PT SGN menyiapkan investasi sekitar Rp800 miliar untuk revitalisasi dan peningkatan kapasitas 24 pabrik gula yang saat ini rata-rata masih beroperasi di kisaran 70 persen. Investasi tersebut ditujukan untuk menghilangkan bottleneck produksi dan mengoptimalkan kinerja pabrik guna menyerap tambahan produksi tebu.
Mahmudi menyatakan langkah tersebut sejalan dengan peran PT SGN sebagai sub-holding gula PTPN Group yang mengonsolidasikan 36 pabrik gula di berbagai wilayah Indonesia. Melalui transformasi bisnis dan penguatan kemitraan dengan petani tebu rakyat, PT SGN diharapkan mampu menjadi fondasi penting menuju swasembada gula nasional yang berkelanjutan.
Baca juga: Petani Tebu Apresiasi Program Kementan, Optimistis Dukung Swasembada Gula
Pemerintah berharap hasil rapat koordinasi ini dapat mempercepat hilirisasi perkebunan secara terintegrasi, sekaligus memperkuat industri gula nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan Indonesia.
Editor : Taufiq