Hadapi Penurunan Daya Beli dan Margin Untung, Ini Strategi Campina Ice Cream

Reporter : Fitri Handayani
Peluncuran berbagai SKU (Stock Keeping Unit) baru yang dirancang Campina di Bursa Efek Indonesia

JATIMPEDIA, Jakarta - Di koridor industri konsumsi yang semakin kompetitif, PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP) kini menghadapi tantangan ganda: penurunan daya beli masyarakat dan penyusutan margin keuntungan. Dalam laporan Paparan Publik terbaru, produsen es krim legendaris ini memaparkan peta jalan strategis untuk membalikkan tren penurunan net margin yang tercatat turun dari 6,95% pada kuartal ketiga 2024 menjadi 5,46% pada periode yang sama tahun 2025.

Menjawab kekhawatiran investor mengenai profitabilitas, Direktur Pemasaran dan Penjualan, Adji Anjono Purwo, menekankan bahwa kunci pemulihan margin terletak pada kurasi portofolio produk. Perusahaan kini beralih dari sekadar mengejar volume penjualan menuju strategi pemilihan produk dengan margin yang lebih sehat, namun tetap menjaga harga agar tetap terjangkau bagi konsumen yang sensitif terhadap biaya.

Baca juga: Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas

"Manajemen saat ini tetap berfokus memperbesar pertumbuhan penjualan, oleh karena itu ke depannya akan memilih produk-produk yang memiliki margin yang baik," ujar Adji. Strategi ini akan didorong melalui peluncuran berbagai SKU (Stock Keeping Unit) baru yang dirancang untuk memenuhi preferensi pasar yang dinamis tanpa mengorbankan profitabilitas.

Baca juga: Wujudkan Energi Hijau, Pemerintah Dorong Perusahaan Tiongkok Bangun PLTS

Selain inovasi produk, Campina juga melakukan perombakan pada sisi operasional distribusi. Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan ekspansi ke kota-kota sekunder dengan pendekatan "optimalisasi distribusi eksisting". Dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, Campina berupaya meningkatkan penetrasi pasar sambil menekan biaya tetap (fixed cost).

Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang manajemen untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Di tengah gempuran pemain asing dan perubahan tren konsumsi kesehatan, Campina bertaruh bahwa kombinasi antara efisiensi logistik dan pergeseran ke produk bermargin tinggi akan memperkuat neraca keuangan mereka di tahun mendatang.

Baca juga: GHES 2026: Tegaskan Komitmen, PLN Terus Bangun Ekosistem Hidrogen Nasional

Secara keseluruhan, pesan dari manajemen kepada para pemegang saham sangat jelas: pertumbuhan volume tetap penting, namun menjaga kualitas laba adalah prioritas utama untuk menavigasi ketidakpastian ekonomi di masa depan.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru