Sabut Kelapa Jadi Industri Olahaan Kerajinan di Pamekasan

Reporter : Satriyo
Warid, perajin olahan sabut kelapa asal Desa Gagah, Kecamatan Kadur

JATIMPEDIA, Pamekasan - Kabupaten Pamekasan juga memiliki kerajinan yang tak kalah unik, yaitu pengolahan sabut kelapa menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Warid, warga Desa Gagah, Kecamatan Kadur mengolah limbah sabut kelapa menjadi beraneka ragam produk, mulai dari pot, sandal hingga media tanam dan bahan baku isian jok mobil.

Baca juga: Bangun Sekolah Rakyat, Pemkab Pamekasan Berencana Beli Tanah Warga

Menurut Warid, proses pembuatannya dimulai dari menyiapkan sabut kelapa terlebih dahulu. Ia membeli limbah kulit kelapa dari masyarakat sekitar dan sebagian dari luar daerah seharga Rp900 ribu per 3 ribu kulit kelapa.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Gratiskan Izin Usaha Perikanan

"Kemudian kulit kelapa itu direndam dalam air selama satu hari satu malam untuk merendahkan zat tanin. Setelah itu, proses pengeringan dengan cara dijemur dan menggunakan mesin pemanas," ucapnya, Jumat (28/11/2025).

 Sabut kelapa itu diolah menjadi beberapa kategori, ada sabut kelapa yang panjang, pendek dan hancur. Masing-masing jenis olahan disesuaikan dengan kerajinan atau produk yang mau dibuat.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Salurkan Bantuan Pupuk Kepada Petani Tembakau

Kini, usaha yang dijalankan Warid sejak tahun 2019 lalu telah berkembang dengan mempekerjakan beberapa orang. Bahkan salah satu produknya berupa bahan baku untuk isian jok mobil sudah diekspor ke China.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru