Pecah Rekor IHSG Tembus ke Level Tertinggi 8.602

Reporter : Fitri Handayani
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencapai level tertinggi sepanjang masa dalam penutupan perdagangan

JATIMPEDIA, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencapai level tertinggi sepanjang masa dalam penutupan perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG di posisi 8.602,13, naik 0,94 persen atau 80,24 poin. 

"Meningkatnya ekspektasi akan pemangkasan suku bunga the Fed di Desember menjadi salah satu katalis positif bagi pergerakan IHSG," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Rabu (26/11/2025). Hari ini saham sektor energi naik paling kuat (2,34 persen), saham transportasi turun paling dalam (-0,50 persen).

Baca juga: Semester I-2026 Laba Alamtri Resources Naik 329 Juta Dolar AS

Secara keseluruhan, sebanyak 307 saham harganya naik hari ini.  Sedangkan 387 saham harganya turun dan 262 saham stagnan. 

Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan menguat dalam perdagangan hari ini. Saham-saham yang menopang penguatan adalah JAWA, DNAR, UNTD, CASA dan MINA.

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 53,37 miliar lembar saham, frekuensi perdagangan sebanyak 2,68 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp26,71 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.711 triliun.

Baca juga: TBS Energi Utama Raih Pendapatan 173 Juta Dolar AS pada Semester I-2026PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan pendapa

Menurut Tim Analis Phintraco Sekuritas, IHSG masih berpeluang naik pada Kamis (27/11/2025). IHSG akan menguji level resistansi di 8.650

Sementara itu mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup menguat hari ini. Meskipun ada sentimen negatif karena ketegangan  antara Taiwan dengan Tiongkok.

Baca juga: BEI luncurkan ETF Jadi Alternatif Investasi Pasar Modal

"Presiden Taiwan menyatakan akan mengumumkan penambahan anggaran pertahanan sebesar USD40 miliar. Penambahan anggaran dilakukan karena melihat Tiongkok mempercepat persiapan militer di dekat pulau itu," ujar Tim Phintraco.

Hal itu berpotensi meningkatkan ketegangan politik di kawasan Asia, setelah sengketa diplomatik antara Tiongkok dan Jepang mengenai Taiwan.  Di kawasan Asia, indeks KOSPI Korea Selatan mencatat level tertinggi dengan kenaikan 2,67 persen. 

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru