JATIMPEDIA, Jakarta – Setelah lebih dari sepuluh tahun dipasarkan, Toyota akhirnya memutuskan untuk menghentikan penjualan SUV andalannya, Fortuner, di Australia. Dikutip dari carexpert.com, Keputusan ini diambil karena model tersebut menjadi salah satu kendaraan dengan penjualan terendah dalam jajaran produk Toyota di negeri Kanguru.
“Fortuner merupakan produk yang hebat bagi kami selama ini dan memiliki basis pelanggan yang kecil namun setia,” ujar Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Toyota Australia, Sean Hanley, dalam konferensi pers. “Namun dengan perubahan preferensi konsumen di Australia, kami memutuskan untuk menghentikan produksi Fortuner.”
Baca juga: Mobil Terlaris Indonesia Semester I 2026: BYD Siap Geser Honda dari Lima Besar
SUV tujuh penumpang ini akan resmi meninggalkan showroom Toyota Australia pada pertengahan 2026. Namun, pihak Toyota menyebut sebagian besar pembeli sudah beralih ke model lain dalam lini produknya. “Sebagian besar konsumen kini kembali ke HiLux, atau beralih ke LandCruiser Prado dan LandCruiser 300 Series,” tambah Hanley.
Sejak Januari hingga Oktober 2025, penjualan Fortuner tercatat hanya 2.928 unit—jauh tertinggal dari para pesaingnya seperti Ford Everest dengan 21.915 unit dan Isuzu MU-X dengan 12.499 unit. Sejak diluncurkan pada 2015 dengan harga awal AUD 47.990, Fortuner diposisikan sebagai alternatif diesel untuk Toyota Kluger yang hanya tersedia dalam varian bensin saat itu. SUV ini menggunakan platform yang sama dengan Toyota HiLux, lengkap dengan mesin 2.8-liter turbo diesel empat silinder serta pilihan penggerak roda belakang atau empat roda.
Meski dijual lebih murah dari Ford Everest yang dibanderol mulai AUD 54.990, Fortuner tak pernah mampu menandingi dominasi pesaingnya. Hasil penjualan terbaiknya terjadi pada tahun 2022 dengan 4.614 unit, masih jauh di bawah Ford Everest (10.314 unit) dan Isuzu MU-X (10.987 unit). Sementara itu, Toyota LandCruiser Prado mencatat 20.710 unit pada tahun yang sama.
Baca juga: Toyota Innova Reborn Kembali Pimpin Penjualan, Kalahkan Zenix Sepanjang Mei 2026
Rata-rata penjualan Fortuner dari 2016 hingga 2024 hanya mencapai 3.481 unit per tahun, dan bahkan di tahun 2024, saat pasokan Prado terganggu karena pergantian generasi, Fortuner hanya terjual 3.042 unit dibanding 9.802 unit Prado.
Meski demikian, Hanley menegaskan bahwa keberadaan Fortuner tidak dianggap sebagai kegagalan. “Setiap produk yang kami luncurkan memiliki perannya masing-masing. Fortuner memang tidak dirancang untuk menjadi model terlaris Toyota, tetapi ia berhasil memenuhi tujuan pasar yang kami tetapkan,” katanya.
Baca juga: Wuling Eksion Ludes Terjatah? Pesanan Tembus 1.500 Unit, Pengiriman Mulai Berjalan
Toyota kini berfokus memperluas lini HiLux generasi terbaru sekaligus memperkuat posisi LandCruiser Prado yang meluncur pada akhir 2024. Keputusan untuk menghentikan Fortuner disebut sebagai langkah rasionalisasi portofolio produk agar Toyota dapat lebih fokus pada model yang memiliki potensi penjualan lebih besar di pasar Australia.
Editor : Taufiq