Bidik 2 Juta Investor Baru

BEI Targetkan Transaksi Nilai Harian Rp 14,3 Triliun Tahun 2026

Reporter : Fitri Handayani
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan menargetkan Rta-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp14,5 triliun

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan menargetkan rRta-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp14,5 triliun. Target pencatatan efek sebanyak 555 efek dan investor baru sebanyak dua juta investor.

telah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026. RAKT tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung hari ini.

Baca juga: Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas

Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, RKAT  berdasarkan asumsi kondisi makro ekonomi tahun depan. “Diantaranya tren suku bunga global, kebijakan ekonomi pemerintah baru, potensi peningkatan perusahaan tercatat dan investor pasar modal,” kata Iman dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/10/2025). 

Menurut Iman, rencana kerja tersebut akan terus dikembangkan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan. BEI juga akan fokus pada upaya meningkatkan perlindungan investor, penyediaan layanan data bagi pelanggan dan penyempurnaan teknologi yang digunakan.

Baca juga: Wujudkan Energi Hijau, Pemerintah Dorong Perusahaan Tiongkok Bangun PLTS

“Untuk Anggota Bursa, BEI akan memberikan dukungan berupa penyediaan jasa informasi. Serta dukungan teknis dalam pengembangan sisten dan layanan kebursaan,” ucap Iman.

Dengan rencana kerja dan target yang telah disusun, BEI memproyeksikan performa keuangan BEI di tahun 2026 juga akan meningkat. Jumlah pendapatan diproyeksikan naik 9,54 persen menjadi Rp1,94 triliun dibandingkan target tahun 2025 sebesar Rp1,77 triliun.

Baca juga: AKR Corporindo (AKRA) Catat Laba Naik 21% di Semester I-2026

Laba bersih diperkirakan naik sebesar 18,02 persen menjadi Rp300,81 miliar dari Rp254,9 miliar dalam RKAT tahun 2025. Sedangkan Rasio Biaya terhadap Pendapatan Perseroan diproyeksikan sebesar 80,5 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata sejak 2015.

Keucukupan belanja investasi diperkirakan Rp3,41 triliun atau naik 8,62 persen dibandingkan RKAT 2025. Proyeksi  posisi Total Aset Perseroan Rp7,49 triliun dengan total ekuitas lebih dari Rp6,41 triliun pada akhir tahun 2026.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru