JATIMPEDIA, Medan - PT Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus memacu kesiapan jelang pelayaran internasional perdana rute Krueng Geukueh–Penang, Malaysia, yang dijadwalkan beroperasi pada akhir Oktober 2025. Langkah ini menjadi tonggak baru bagi Aceh dalam membangkitkan ekonomi maritim dan memperkuat posisi pelabuhan Krueng Geukueh sebagai pintu gerbang perdagangan internasional.
Pihak Pelindo memastikan seluruh fasilitas pelabuhan kini dalam tahap penyempurnaan, mulai dari dermaga sepanjang 267 meter dengan kedalaman 9 LWS yang mampu menampung kapal hingga 3.000 GT, hingga kesiapan sistem bongkar muat barang dan penumpang. “Kami pastikan semua fasilitas siap mendukung pelayaran internasional ini,” ujar DBM OPSTEK Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, Taufik Rahmat Nasution.
Baca juga: Kinerja Pelabuhan Gresik Menguat, Curah Kering Melonjak 48,72 Persen pada Semester I 2026
Selain fasilitas dermaga, Pelindo juga telah menyiapkan gudang penampungan sementara (TPS) seluas 800 meter persegi berkapasitas dua ribu ton, serta area penempatan 500 kontainer. Sejumlah peralatan pelabuhan seperti mobile crane 150 ton, reach stacker 45 ton, dan forklift lima ton juga disiagakan untuk memperlancar kegiatan ekspor dan impor.
Baca juga: Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Pertumbuhan Positif pada Semester I – 2026
Taufik menegaskan, Pelindo berkolaborasi dengan instansi terkait seperti KPLP dan KP3 untuk menjamin kelancaran operasional dan keamanan di pelabuhan. “Tidak ada kendala berarti sejauh ini. Semua pihak bersinergi agar pelayaran perdana ini berjalan sukses,” tambahnya.
Baca juga: Perkuat Logistik Jawa Timur, Kinerja Pelabuhan Gresik Tumbuh Positif di Semester I - 2026
Pelayaran langsung Krueng Geukueh–Penang ini merupakan inisiatif Pemerintah Aceh bersama Pelindo untuk membuka jalur perdagangan baru yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kawasan utara Aceh. Rute ini akan melayani angkutan barang dan penumpang, sekaligus menjadi momentum kebangkitan pelabuhan Aceh di kancah internasional.
Editor : Taufiq