JATIMPEDIA, Palu - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan prestasi melalui Misi Dagang dan Investasi Jatim–Sulawesi Tengah yang digelar di Kota Palu, Sabtu (18/10). Kegiatan ini mencatat transaksi fantastis sebesar Rp1,54 triliun, naik 14 kali lipat dari misi dagang sebelumnya di 2022 yang mencapai Rp104,92 miliar.
“Alhamdulillah, Jatim menjual Rp1,297 triliun dan membeli Rp245,09 miliar dari Sulteng. Ini menjadi titik awal penguatan lintas sektor,” ujar Khofifah.
Baca juga: Hore Naik Transjatim Cuma Bayar Rp 81 Periode 11-17 Agustus 2026
Misi dagang ini merupakan yang ke-9 di tahun 2025, dan ke-45 selama kepemimpinan Khofifah. Ia menegaskan, capaian ini menunjukkan potensi besar dari pelaku usaha kedua provinsi.
Komoditas unggulan Jatim yang diminati meliputi bahan bangunan, hortikultura, olahan daging, mesin industri, buah-buahan, serta produk pangan. Sementara Sulteng menawarkan kopi arabika, kelapa, ikan laut, kemiri, dan rotan.
Khofifah juga menyampaikan bahwa nilai perdagangan antarwilayah Jatim-Sulteng tahun 2022 mencapai Rp4,69 triliun, dengan surplus Rp1,98 triliun di pihak Jatim. Komoditas ekspor utama Jatim ke Sulteng termasuk mesin listrik, tembakau, keramik, crane, dan trailer. Sedangkan impor dari Sulteng didominasi tanaman farmasi, kakao, dan kayu gelondongan.
Baca juga: Deninta dan Akhdan Dinobatkan sebagai Raka-Raki Jawa Timur 2026
Misi dagang ini juga ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OPD Jatim dan Sulteng serta asosiasi pelaku usaha seperti KADIN, HIPMI, dan IWAPI.
Khofifah juga menyebut peluang pengembangan Desa Devisa untuk tenun dan songket Sulteng, serta mendorong penguatan Perhutanan Sosial dan pengembangan Durian Musang King asal Sulteng, yang sudah menembus pasar ekspor.
“Pertemuan ini bukan hanya transaksi, tapi juga langkah awal kerja sama jangka panjang,” tegasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Maroko, Dorong Kemitraan Strategis di Bidang Regulasi
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyambut baik inisiatif ini. “Kami memiliki banyak potensi, dan dengan dukungan Jatim, kualitas dan daya saing bisa meningkat,” ujarnya.
Transaksi terbesar dicapai antara Asosiasi Peternakan Jatim dan Sulteng senilai Rp919 miliar per tahun untuk produk olahan ternak. Disusul kerja sama CV. Rum Seafood dengan CV. Andi Fitri Rezkyana senilai Rp96,3 miliar per tahun untuk pasokan ikan laut.
Editor : Taufiq