JATIMPEDIA, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (P2KB) memastikan seluruh siswa Sekolah Rakyat berada dalam kondisi prima sebelum kegiatan belajar mengajar yang dijadwalkan mulai 13 Oktober 2025.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma menjadi syarat penting sekaligus langkah preventif agar siswa terhindar dari potensi gangguan kesehatan.
Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Siapkan Promo Kemerdekaan
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menyatakan proses pemeriksaan berlangsung lancar dan memberikan hasil yang positif.
“Pemeriksaan sudah selesai dengan baik, Alhamdulillah tidak ditemukan masalah kesehatan serius. InsyaAllah semua siswa sehat,” ujarnya saat ditemui, Jumat (3/10).
Ellya menambahkan, layanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada penerimaan murid baru. Dinas telah menyiapkan program pemeriksaan rutin melalui Puskesmas setempat. Untuk Sekolah Rakyat di Sumenep, pengawasan kesehatan akan menjadi tanggung jawab Puskesmas Batuan.
Baca juga: Wabup Sampang Dorong SPPG Jaga Kualitas Menu Makanan
Secara teknis, setiap siswa menjalani pemeriksaan dua kali dalam setahun, pertama saat awal tahun ajaran sekitar Agustus, dan kedua menjelang akhir tahun ajaran pada Juni atau Juli. Tujuan skema ini adalah agar kesehatan anak terus dipantau secara berkesinambungan.
Pemeriksaan mencakup evaluasi umum hingga deteksi penyakit menular. Selain itu, fokus pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD mendapat perhatian lebih pada penglihatan dan pendengaran, sementara siswa SMP prioritasnya pada deteksi dini anemia.
Baca juga: PLN Bergerak ke Pulau Gili Iyang, Pastikan Tak Ada Gangguan Listrik Saat HUT RI
Ellya menekankan bahwa langkah ini penting untuk memastikan proses belajar berjalan optimal.
“Kami memeriksa seluruh aspek kesehatan, dari fungsi indra hingga penyakit menular, agar anak-anak tetap sehat dan siap belajar,” tutupnya.
Editor : Rofiq