22 Delegasi Negara Ikuti Konferensi 9th ICPS Kolaboraya UNAIR di Gresik

Reporter : indri fitria

JATIMPEDIA, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar The 9th ICPS Kolaboraya konferensi internasional di halaman Kantor Bupati Gresik, Rabu malam (18/09).

Konferensi ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan potensi Gresik kepada dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama geopolitik dan investasi global.

Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare

Acara bergengsi ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, serta Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Achmad Chusnu Romdhoni.

Turut hadir pula 22 delegasi dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika, di antaranya Qatar, Arab Saudi, Oman, Palestina, Yordania, Kirgizstan, Tanzania, Kazakhstan, dan negara lainnya.

Mengusung tema “Geopolitik: Indonesia Aman, Investasi Gresik Mendunia”, konferensi ini membahas peluang dan tantangan investasi di era globalisasi. Tema ini sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjadikan Gresik sebagai daerah yang ramah-investasi dan berdaya saing internasional.

Baca juga: Menko AHY Resmikan Kawasan DAK TPPKT Desa Campurejo Gresik

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa kehadiran forum internasional ini merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah.

“Kami ingin mengenalkan Gresik sebagai daerah yang aman, terbuka, dan potensial bagi investasi. Konferensi ini adalah pintu untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dari mancanegara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Achmad Chusnu Romdhoni menekankan pentingnya resiliensi dalam menghadapi dinamika global.

Baca juga: Pemkab Gresik dan Puspa Pinatih Gelar Pelatihan Konselor Sebaya untuk Remaja

“Isu resiliensi menjadi salah satu fokus penting dalam membangun kesiapan daerah dan bangsa menghadapi tantangan geopolitik. Saya harap ini menjadi pintu masuk untuk menjalin kerja sama yang lebih erat antara Universitas Airlangga dan Pemerintah Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Acara ini turut menampilkan penampilan massal ratusan penari dari Ikatan Guru Taman-Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) yang membawakan tarian tradisional “Siwalan”, sebuah tarian khas Gresik yang sarat nilai budaya. Penampilan ini menjadi simbol sambutan hangat masyarakat Gresik kepada para delegasi internasional. (ind)

Editor : indri fitria

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru