JATIMPEDIA, Sampang - Produksi garam rakyat di Kabupaten Sampang terancam menurun drastis tahun ini. Penyebabnya adalah musim kemarau yang tak kunjung datang secara stabil. Kondisi cuaca yang masih disertai hujan hingga pertengahan Juli membuat sebagian besar petani belum bisa memulai proses produksi.
Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sampang, M. Mahfud, menjelaskan bahwa fenomena kemarau basah menjadi tantangan utama petani garam di sejumlah wilayah penghasil.
Baca juga: Wabup Sampang Dorong SPPG Jaga Kualitas Menu Makanan
"Musim kemarau basah menyebabkan proses penguapan terganggu. Padahal, proses itu penting dalam produksi garam," ungkap Mahfud.
Baca juga: Ciptakan Kenyamanan Belajar, Cabang Dinas Pendidikan Sampang Ciptakan Inovasi Astra
Menurutnya, meskipun kondisi belum ideal, DKP masih optimis produksi garam bisa berjalan maksimal jika musim kemarau murni segera datang dalam waktu dekat.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Sampang Sahkan KUA-PPAS 2027, Dorong Percepatan Pembangunan
"Kami masih berharap ada peningkatan produksi di Agustus. Tapi semua sangat tergantung pada cuaca," katanya, mengakhiri.(sat)
Editor : Aries W