Bupati Jember Tegaskan Disabilitas Punya Hak yang Sama

Reporter : Satriyo

JATIMPEDIA, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas.

Hal ini ditegaskan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam peringatan Milad ke-22 Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (Perpenca), yang digelar di Alun-Alun Nusantara.

Baca juga: BPBD Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Milad bertema Bergerak untuk Disabilitas diisi beragam kegiatan inspiratif. Mulai dari lomba menggambar, pembacaan Deklarasi Setya Mantera (Setara–Berdaya–Mandiri–Sejahtera).

Kemudian penampilan seni dari SLB Harapan Pelangi dan komunitas Tanoker Minggu Ceria. Acara ditutup dengan penyerahan dokumen kependudukan (KTP) kepada penyandang disabilitas.

Hal itu sebagai wujud komitmen terhadap pelayanan administrasi yang setara. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya untuk memberikan hak dan akses yang setara.

"Kami sadar bahwa saudara-saudara kami, kaum disabilitas, tidak meminta dikasihani. Tapi meminta diberikan hak yang sama untuk membangun Republik Indonesia," ujarnya.

Fawait menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci pengentasan kemiskinan. Ia menargetkan minimal 20.000 anak Jember akan mendapatkan beasiswa kuliah dalam 5 tahun ke depan.

Baca juga: JKCI 2026 Perkuat Hilirisasi Tembakau dan Promosikan Pariwisata Jember

Termasuk dari kalangan penyandang disabilitas. Di hadapan peserta, Bupati Fawait juga menyuarakan gagasan untuk mengganti istilah disabilitas dengan kekhususan.

Hal itu sebagai bentuk pengakuan atas potensi unik yang dimiliki tiap individu. “Mungkin secara fisik ada keterbatasan, tetapi saya yakin Allah memberikan kelebihan di sektor lainnya,” kata dia.

Tak hanya soal pendidikan, pemerintah daerah juga akan mendorong lahirnya koperasi yang dikelola oleh komunitas disabilitas, termasuk komunitas tuna netra.

Baca juga: Puncak JFC 2026, Para Putri Indonesia Tampil Memukau di Hadapan Masyarakat

Langkah ini diyakini bisa menjadi strategi konkret dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan langkah inklusif pengentasan kemiskinan.

“Koperasi adalah jati diri bangsa dan alat untuk mengurai ketimpangan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi jangan hanya dinikmati oleh segelintir orang,” tambahnya.

Pemkab Jember memastikan, seluruh organisasi penyandang disabilitas di wilayahnya akan mendapatkan dukungan penuh dalam berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.(sat)

Editor : Satriyo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru