JATIMPEDIA, Pasuruan - Laboratorium Pusat Penelitian Terpadu milik PT Smelting yang berlokasi di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Jawa Timur, menjadi tempat belajar bagi 35 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan co-assistant dari Universitas Brawijaya.
Dalam kunjungan ilmiah ini, para mahasiswa mendalami topik konservasi satwa, khususnya Rusa Timor, serta mengenal lebih dekat praktik inseminasi buatan pada Banteng dan Sapi Bali.
Baca juga: Jalur Arjuno-Welirang Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, Pendaki Tetap Wajib Patuhi SOP
Dipandu langsung oleh Zoo Educator Manager dan Kurator Satwa TSI II Jatim, Eko Windarto, para peserta belajar mengenai teknik-teknik reproduksi buatan serta kondisi kesehatan satwa hasil inseminasi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari program edukasi berkelanjutan yang akan diadakan secara berkala dengan tema beragam satwa liar.
Laboratorium Pusat Penelitian Terpadu yang diresmikan pada 5 Juni 2023 tersebut awalnya dibangun sebagai fasilitas penyimpanan dan penelitian semen beku banteng. Namun kini, fungsinya diperluas menjadi pusat pendidikan konservasi satwa dan tempat penyimpanan semen beku berbagai hewan terancam punah lainnya.
Baca juga: BRI Region 13 Malang Bantu Ambulans untuk Warga Lumbang Pasuruan
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PT Smelting dalam menjalankan program konservasi satwa, sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
“PT Smelting mengolah sumber daya alam mineral tembaga dan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, kami melakukan konservasi tiga satwa terancam punah untuk kelestarian keanekaragaman hayati yang berkelanjutan,” ungkap Risty Widihasputri, Senior Officer General Affairs PT Smelting.
Baca juga: Percantik Kawasan Perkantoran, Pemkab Pasuruan Lakukan Penataan dan Pengecatan
Program bertajuk “Smelting Melawan Kepunahan” ini menjadi bukti nyata peran aktif sektor industri dalam menjaga warisan alam Indonesia melalui pendidikan dan aksi konservasi satwa yang berkelanjutan. (ind)
Editor : Rizky