JATIMPEDIA, Kediri - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Kediri, Emil Wahyudiono menyebutkan, Kota Kediri mengalami deflasi -0,34% pada Mei 2025 (m-to-m). Angka ini sama dengan yang terjadi di Jawa Timur, sementara nasional mengalami deflasi lebih dalam -0,37%.
" Month to month Kota kediri alami deflasi -0.34%, angka ini sama dengan yang terjadi di Jawa Timur, sementara nasional mengalami deflasi -0,37%," kata Emil.
Baca juga: BPS : Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen di Triwulan II-2026
Angka deflasi secara dominan dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan twmbakau 0,34�ngan penurunan 1,16%, sementara angka pengeluaran pendorong inflasi dengan andil 0,02�alah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,29�n kelompok penyediaan makanan minuman atau restoran 0,14%.
"Andil komoditas penyumbang deflasi bulan mei tertinggi ada pada cabai rawit dengan andil - 0,29% atau mengalami deflasi -56,6%. Di susul oleh bawang merah dan emas perhiasan (-0,06%), cabai merah (-0,05%), kelapa (-0,04%) wortel dan bawang putih (-0,02%), serta angkutan udara (-0,01%)," ucapnya.
Baca juga: Juli 2026 Alami Inflasi Tahunan Melandai ke 2,88 Persen
Ditambahkannya, jika dibandingkan dengan 11 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, angka deflasi terdalam berada di Kabupaten Sumenep yaitu -0,79�n terdangkal diduduki oleh Kota Malang dengan angka -0,21%.
Selain rilis inflasi m-to-m, BPS Kota Kediri juga merilis data Inflasi tahun kalender Kota Kediri yaitu sebesar 0,85%, lebih rendah dari Jawa Timur 0,89�n nasional sebesar 1,19 %. Inflasi year on year 1,08%, lebih rendah dari Jawa Timur 1,32�n nasional 1,60%.
Baca juga: Hingga Juni 2026, 7,4 Juta Wisman Kunjungi Destinasi di Indonesia
BPS juga mencatat yang perlu diwaspadai untuk bulan Juni adalah permintaan pada komoditas tertentu menjelang Idul Adha, tahun ajaran baru, libur akhir tahun ajaran, kebijakan impor pemerintah untuk stabilitas nasional, permintaan atau penurunan stok komoditas hortikultura pada beberapa wilayah produsen, dan kebijakan tarif BBM non subsidi. (sat)
Editor : Aries W