Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare
“Kedatangan pimpinan FCX ini bertujuan memastikan Smelter PTFI kembali beroperasi dengan baik pascakejadian kahar pada 14 Oktober 2024,” ujar Tony. Ia menjelaskan bahwa smelter kini sudah mulai beroperasi dan dijadwalkan akan memproduksi katoda tembaga pada minggu keempat bulan Juni. “Konsentrat telah dimasukkan, diolah di furnace menjadi anoda tembaga, dan selanjutnya dibawa ke electrorefinery untuk diubah menjadi katoda tembaga,” jelasnya. Menurut Tony, dimulainya kembali operasional smelter pada pekan ketiga Mei ini merupakan pencapaian luar biasa dan mencerminkan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi tantangan serta komitmen terhadap program hilirisasi. “Awalnya, produksi direncanakan dimulai pada pekan ketiga Juni, namun proses perbaikan berhasil kami selesaikan lebih cepat,” ujarnya. Untuk mempercepat pengiriman material dari luar negeri, PTFI mengerahkan pesawat kargo berbadan lebar seperti Boeing 747 dan Antonov AN-124 dalam tiga kali penerbangan, dengan total lebih dari 300 ton kargo. Perusahaan juga mengerahkan sekitar 2.000 tenaga kerja dalam dua shift untuk mempercepat perbaikan, pengadaan, konstruksi, dan instalasi. “Dengan mengutamakan keselamatan, kami menjalankan setiap tahap perbaikan dan commissioning secara hati-hati dan penuh perhitungan agar smelter bisa segera kembali berproduksi,” tegas Tony. Saat ini, Smelter PTFI telah beroperasi kembali dan memasuki fase ramp-up, di mana kapasitas produksi akan ditingkatkan secara bertahap dari 40% hingga mencapai 100% pada Desember 2025. “Akselerasi perbaikan dan dimulainya kembali produksi smelter ini menjadi bukti nyata bahwa PTFI adalah perusahaan tambang terintegrasi dari hulu ke hilir yang mendukung penuh program hilirisasi sumber daya nasional,” tutup Tony. (eka) Baca juga: Menko AHY Resmikan Kawasan DAK TPPKT Desa Campurejo Gresik Baca juga: Pemkab Gresik dan Puspa Pinatih Gelar Pelatihan Konselor Sebaya untuk Remaja Editor : Eka Sapto