Pemkab Jombang Optimalkan Normalisasi Sungai Watudakon
JATIMPEDIA, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mengintensifkan normalisasi Sungai Watudakon di Kecamatan Kesamben untuk menanggulangi banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut.
Upaya ini bertujuan meningkatkan daya tampung air sekaligus memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pencoroadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang telah berjalan lebih dari tiga pekan.
“Kegiatan ini merupakan tindakan lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya dilakukan BBWS Brantas, dan sudah berlangsung sejak lebih dari tiga pekan ini,” ujar Bayu, Rabu (30/7/2025).
Ia menilai Afvour Watudakon sebagai salah satu saluran buang utama di Jombang. Selain menjadi anak Sungai Brantas, saluran ini memiliki peran penting dalam sistem pengairan, namun sering menjadi sumber banjir di wilayah Kesamben.
“Karena itu, saat ada kesempatan menyampaikan ke BBWS Brantas selaku pemilik wewenang sungai tersebut, kami langsung laksanakan. Dan ketika kegiatannya bisa dilakukan kolaboratif kami juga ikut,” lanjutnya.
Tim Dinas PUPR melakukan pengerukan sedimen di bagian utama sungai untuk memperbesar penampang air dan mengoptimalkan kapasitas tampung. Mereka juga memanfaatkan material hasil kerukan untuk mempertebal dan memperkuat tanggul di sisi kiri dan kanan sungai, guna mencegah erosi dan luapan air.
Menanggapi permintaan warga, Dinas PUPR turut mengirim material untuk memperkuat tanggul di beberapa titik dengan metode trucuk dan gedeg guling.
“Di beberapa titik, kemarin juga ada permintaan untuk melakukan penanganan tanggul dengan trucuk dan gedeg guling. Ini masih kami kirim materialnya untuk dilaksanakan,” jelas Bayu.
PUPR akan melanjutkan proyek normalisasi ini dalam beberapa pekan ke depan, dengan pengerjaan dimulai dari Desa Watudakon. Pemerintah menargetkan pengerjaan sepanjang 1,5 kilometer, menyesuaikan ketersediaan material dan kapasitas alat berat.
“Targetnya sesuai ketersediaan material dan kekuatan saja. Namun estimasi kita nanti sepanjang 1,5 kilometer dari sungai Desa Watudakon,” ujarnya.
Pemerintah berharap, langkah ini bisa mengurangi risiko banjir sekaligus memperkuat sistem pengairan di wilayah selatan Jombang. (sat)